Denis Shapovalov Berharap Kembali Tampil Impresif Di Montreal

Denis Shapovalov [image: Mathieu Belanger/Tennis Canada ]
Berita Tenis: Penampilan gemilang Denis Shapovalov di Canadian Open pada musim 2017 di Montreal mungkin akan selalu menjadi hal pertama yang diingat penggemar ketika mereka mengaitkannya dengan turnamen kandangnya.
Hal tersebut dapat dimengerti.
Lagipula, ia mengalahkan sejumlah nama besar seperti Rafael Nadal dan Juan Martin del Potro dalam dua pertandingan berturut-turut dengan permainan yang luar biasa sebagai petenis berusia 18 tahun yang baru berkompetisi di turnamen ATP keenamnya.
Namun, berbicara dengan wartawan sebelum pertandingan pembuka melawan petenis AS, Zachary Svajda di babak pertama Canadian Open, ia menunjukkan bahwa ia adalah petenis yang jauh berbeda dibandingkan sembilan musim yang lalu.
Ia merasa pengembalian bolanya lebih baik, ia lebih "berjuang", dan mengubah tempo permainan saat ia beradaptasi dengan kondisi permainan yang lebih lambat.
“Dulu, jika anda memiliki senjata andalan, maka anda akan memiliki perbedaan besar dibandingkan banyak petenis lain, tetapi sekarang, senjata andalan itu tidak begitu terlihat, kecuali jika itu adalah servis atau forehand yang sangat kuat. Saya tidak bisa lagi menggunakan gaya permainan saya seperti dulu,” jelas Shapovalov
Namun, permainan mantan petenis peringkat 10 dunia tetap lebih ampuh daripada kebanyakan petenis lain.
Ketika tengah berada dalam performa terbaiknya, petenis berusia 27 tahun tetap menjadi salah satu petenis yang paling menarik untuk ditonton dan ia menunjukkan sekilas permainan tenis terbaiknya pekan lalu di Los Cabos, Meksiko.
Ia hampir berhasil mempertahankan gelarnya dengan mencapai final sebelum kalah dari petenis berkebangsaan Prancis, Arthur Gea.
Itu terjadi setelah petenis berkebangsaan Kanada berpacu dengan waktu untuk bermain di Meksiko setelah mengundurkan diri dari babak pertama Wimbledon pada akhir Juni. Ia menabrak pembatas lapangan dan mengalami cedera bahu kiri saat ia sudah berurusan dengan cedera tulang rusuk yang lebih bermasalah.
“Senang rasanya bisa istirahat sejenak setelah Wimbledon,” sambung Shapovalov. “Saya bahkan tidak yakin apakah saya akan siap untuk Los Cabos dan bagaimana kondisi fisik dan permainan tenis saya nantinya. Jadi, memiliki waktu istirahat seperti pekan lalu menunjukkan bahwa permainan saya masih ada. Sekarang, oke, mari kita coba untuk mencapai kondisi fisik sebaik mungkin, terus berlatih.”
“Jelas saya memiliki kemampuan itu. Saya masih memilikinya. Hanya tinggal menyatukannya.”
Tentu saja, Shapovalov ingin menyatukannya di Canadian Open. Mungkin sulit dipercaya, tetapi “Shapo,” begitu ia dikenal, belum memenangkan pertandingan di Montreal maupun Toronto – dua kota yang menjadi tempat diselenggarakannya turnamen ATP atau WTA level 1000 di Kanada – sejak musim 2019.
Artikel Tag: canadian open, denis shapovalov
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/denis-shapovalov-berharap-kembali-tampil-impresif-di-montreal

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini