Daniil Medvedev Sesumbar Bisa Juarai Grand Slam

Daniil Medvedev [image: atp tour]
Berita Tenis: Hampir lima musim sejak memenangkan US Open, Daniil Medvedev melihat tidak ada alasan mengapa ia tidak bisa menambah koleksi gelar Grand Slam dan hal tersebut tidak ada hubungannya dengan gebrakan Alexander Zverev di French Open musim 2026.
Mantan petenis peringkat 1 dunia mengalami keberuntungan yang beragam di Grand Slam dalam beberapa waktu terakhir, termasuk kalah di babak pertama empat Grand Slam dari lima Grand Slam terakhir yang ia lakoni sebelum menuju Wimbledon musim ini.
Di Wimbledon musim ini, petenis unggulan kedelapan melenggang ke babak ketiga berkat kemenangan empat set atas petenis berkebangsaan Spanyol, Daniel Merida. Kini ia mengantongi 20 kemenangan di Wimbledon sampai sejauh ini dalam kariernya.
Petenis berusia 30 tahun menjalani kariernya di bawah bayang-bayang petenis lain, dengan Tiga Besar saat itu tampil mendominasi. Tetapi, ia masih bisa memenangkan satu gelar Grand Slam dan menghabiskan 16 pekan sebagai petenis peringkat 1 dunia, lebih lama daripada Andy Roddick, Boris Becker, dan Marat Safin.
“Saya selalu yakin dengan diri saya sendiri dan kadang-kadang setelah beberapa kekalahan, keyakinan itu menurun. Kadang-kadang setelah beberapa kemenangan, keyakinan itu bisa lebih tinggi,” ungkap Medvedev.
“Selama anda masih berada di turnamen dan belum kalah, saya selalu percaya saya bisa menang, mengalahkan semua orang, dan menjadi yang terbaik.”
Dengan keyakinan tersebut, juara US Open musim 2021 berharap bisa mengklaim kemenangan gelar Grand Slam lain, mungkin bahkan di Wimbledon. Ia telah dua kali menjadi semifinalis di Grand Slam tersebut dan terakhir kali menorehkan pencapaian tersebut pada musim 2024. Di grass-court, ia telah memenangkan satu gelar di Halle dan ia menjadi runner up di tiga turnamen grass-court lain.
Awal musim ini di French Open, Zverev mengakhiri dominasi Jannik Sinner dan Carlos Alcaraz di Grand Slam. Petenis berkebangsaan Italia kalah di babak kedua, sedangkan petenis berkebangsaan Spanyol tidak berkompetisi karena cedera. Bagi beberapa petenis, hal tersebut menumbuhkan keyakinan bahwa Grand Slam mungkin mulai menjadi lebih terbuka.
Namun, petenis peringkat 9 dunia tidak sependapat dengan pandangan tersebut.
“Menurut saya, melihat orang lain menang tidak membuat anda merasa lebih percaya diri,” tambah Medvedev.
“Saya tahu bahwa ketika saya memainkan permainan terbaik saya, seperti yang saya lakukan musim ini, bahkan di beberapa turnamen, saya bisa berada di final Grand Slam atau memenangkan Grand Slam, dan itulah yang penting. Kemenangan Sascha tidak mengubah keyakinan saya akan hal itu.”
“Saya hanya bisa berbicara untuk diri saya sendiri. Saya percaya pada diri saya sendiri. Tetapi saya cukup yakin bahwa petenis lain dari generasi saya juga percaya pada diri mereka sendiri dan pasti bisa memenangkan Grand Slam.”
Sebelum memenangkan gelar Wimbledon, Medvedev harus mengatasi petenis unggulan ke-28, Brandon Nakashima atau petenis berkebangsaan Jerman, Jan Lennard Struff di babak ketiga.
Artikel Tag: wimbledon, alexander zverev, daniil medvedev, jannik sinner, carlos alcaraz
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/daniil-medvedev-sesumbar-bisa-juarai-grand-slam

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini