Bergabung Dengan Sang Pelatih, Learner Tien Torehkan Sejarah Di Jenewa

Penulis: Dian Megane
Minggu 24 Mei 2026, 06:49 WIB - 90 views
Bergabung Dengan Sang Pelatih, Learner Tien Torehkan Tonggak Bersejarah Di Jenewa

Learner Tien [image: getty images]

Ligaolahraga.com -

Berita Tenis: Petenis kidal asal AS, Learner Tien tidak akan segera melupakan perjalanannya di turnamen ATP level 250, Geneva Open musim 2026.

Petenis unggulan keempat memasuki Geneva Open dengan mencatatkan 4-9 di turnamen clay-court musim ini, tetapi ia memperlihatkan keberanian dan penuh tekad untuk menjadi kampiun setelah ia akhirnya mengalahkan petenis berkebangsaan Argentina, Mariano Navone dengan 3-6, 6-3, 7-5 di partai puncak.

“Saya merasa luar biasa. Pertandingan yang sangat sengit. Itu dimulai dengan sangat menantang. Saya pikir beberapa game pertama lebih panjang daripada set pertama saya pada hari sebelumnya, jadi, itu pertandingan yang benar-benar menantang. Saya merasa sangat gembira bisa melaluinya,” seru Tien.

Petenis berusia 20 tahun kini menjadi juara termuda di Geneva Open sejak petenis berusia 18 tahun, Marc Rosset pada musim 1989 sekaligus menjadi petenis AS termuda yang memenangkan gelar turnamen clay-court yang digelar di Eropa sejak petenis berusia 17 tahun, Michael Chang yang memenangkan French Open pada musim yang sama.

Menariknya, Chang adalah pelatih petenis AS. Kerja keras mereka di clay-court terbukti membuahkan hasil yang positif, dengan petenis AS juga melenggang ke babak 16 besar di turnamen Masters 1000 yang digelar di Roma. Itu untuk kali pertama ia mengamankan kemenangan beruntun di turnamen ATP yang digelar di clay-court.

Namun di Jenewa musim ini, petenis unggulan keempat meningkatkan permainannya ke level yang lebih tinggi di clay-court usai ia menundukkan Stefanos Tsitsipas, Alex Michelsen, dan Alexander Bublik sebelum mengaramkan Navone.

“Musim lalu, saya benar-benar kewalahan di permukaan lapangan ini,” aku Tien. “Memasuki musim ini, saya benar-benar mencoba tidak memikirkan musim lalu. Saya mengalami beberapa kekalahan pahit dan itu sedikit mengecewakan. Tetapi orang-orang di sekitar saya sangat mendukung dan mereka lebih percaya pada saya daripada saya sendiri. Saya merasa sangat gembira dengan gelar turnamen clay-court pertama saya di sini.”

“Kemenangan ini memberi saya banyak kepercayaan diri secara umum untuk beberapa pekan dan bulan ke depan. Memenangkan gelar tidak pernah mudah. Mengamankan kemenangan beruntun dan menyelesaikannya bukan hal yang mudah. Ini menjadi suntikan kepercayaan diri yang tinggi, terutama untuk pekan depan. Ini juga menjadi suntikan kepercayaan diri tinggi untuk musim clay-court tahun depan.”

Navone memegang penuh kendali pertandingan di set pertama dan setelah kehilangan servisnya di awal set kedua, ia dengan segera bangkit dan membuat tugas petenis unggulan keempat tampak lebih berat. Ia jarang kehilangan kendali atas poin-poin yang ia dominasi dan bermain dengan baik dalam bertahan demi membuat lawannya bermain ekstra keras.

Namun, petenis AS tidak gentar. Ia mengamankan delapan dari 12 peluang break point yang ia hadapi sambil mengkonversi lima dari delapan peluang break point yang ia ciptakan di final Geneva Open yang bertahan selama 2 jam 29 menit.

“Saya pikir Mariano memainkan permainan yang mengagumkan. Kami benar-benar mendorong satu sama lain dan saya merasa sangat gembira bisa melaluinya,” tukas Tien.

Artikel Tag: geneva open, mariano navone, learner tien

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/bergabung-dengan-sang-pelatih-learner-tien-torehkan-sejarah-di-jenewa
90
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini