Aryna Sabalenka Sebut Ini Sebagai Momen Terburuk

Aryna Sabalenka di French Open 2025 [image: getty images]
Berita Tenis: Aryna Sabalenka yakin bahwa runner up Grand Slam seharusnya tidak dipaksa untuk terlibat dengan upacara setelah pertandingan, terutama wawancara, karena petenis biasanya terlalu emosional dan hanya ingin “menghilang dari planet ini.”
Petenis peringkat 1 dunia menemukan dirinya di sisi yang tidak beruntung untuk memberikan sepatah dua patah kata setelah kalah di final Grand Slam dalam tiga kesempatan, setelah kali pertama terjadi di US Open musim 2023 ketika kalah dari Cori Gauff, lalu kalah dari Madison Keys di Australian Open musim 2025, sebelum kembali kalah dari Gauff di final French Open musim 2025.
Komentarnya setelah kekalahan di final French Open musim lalu menyebabkan kekisruhan setelah ia tidak terlalu banyak memuji Gauff dengan mengatakan bahwa itu sebagian besar karena kesalahannya.
“Saya hanya melakukan unforced error. Saya pikir ia memenangkan pertandingan bukan karena ia bermain dengan luar biasa. Hanya karena saya melakukan semua kesalahan itu,” ungkap Sabalenka saat itu.
Bahkan di konferensi pers, ia menyatakan, “Kondisinya buruk dan ia sederhananya tampil lebih baik di kondisi itu daripada saya. Saya pikir itu final terburuk yang pernah saya lakoni,” sebelum menambahkan bahwa Iga Swiatek “akan memenangkan final itu” jika ia bermain.
Beberapa bulan kemudian ia menemukan dirinya naik podium juara US Open setelah ia mengalahkan Amanda Anisimova dan saat itu, petenis AS yang berjuang keras menahan air mata untuk memberikan sepatah dua patah kata.
Petenis peringkat 1 dunia pun merasa bahwa finalis yang kalah tidak perlu disiksa dengan pidato pasca pertandingan.
“Saya tidak mengerti mengapa mereka membiarkan runner up tetap berada di lapangan selama upacara itu karena itu adalah momen terburuk,” tukas Sabalenka kepada The Age Australia.
“Tentu, saya ingin berada di sana untuk berterima kasih kepada lawan saya, berterima kasih kepada tim saya, mengucapkan terima kasih kepada semua orang, dan hanya meninggalkan lapangan. Saya tidak ingin berada di saya. Saya membutuhkan waktu untuk menenangkan diri, seperti menutup diri dari apa yang terjadi.”
“Saat anda keluar dari lapangan, anda benar-benar kelelahan, dan tidak ada emosi yang tersisa. Anda merasa anda lebih baik menghilang dari planet ini.”
Sabalenka menambahkan, “Sejujurnya, mengenang kembali musim lalu, saya pikir saya melakukan semua hal dengan baik, kecuali sikap saya di French Open. Setelah kekalahan di final Grand Slam, dalam satu hari, semuanya akan membaik dan anda memahami bahwa, ‘Baiklah, jika saya terus berlatih, terus meningkatkan diri saya sendiri, dan semakin membaik dalam setiap bagian hidup saya, saya akan mendapatkan peluang itu sekali lagi’.”
“Yang pasti, saya tidak belajar karena French Open sangat ketat dan saya bersikap dengan lebih buruk dibandingkan hal yang saya lakukan di Australian Open. Tetapi itu semua perjalanan saya dan itu proses belajar. Saya yakin anda harus menerimanyaa seperti itu.”
Artikel Tag: Tenis, French Open, australian open, Aryna Sabalenka, Cori Gauff
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/aryna-sabalenka-sebut-ini-sebagai-momen-terburuk
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini