Anett Kontaveit Dan Ann Li Tutup Grampians Trophy Dengan Kemenangan

Penulis: Dian Megane
Minggu 07 Feb 2021, 17:25 WIB
Anett Kontaveit [kiri] dan Ann Li [kanan] selesaikan Grampians Trophy 2021 dengan kemenangan di semifinal masing-masing

Anett Kontaveit [kiri] dan Ann Li [kanan] berbagi trofi setelah final Grampians Trophy 2021 tidak digelar

Berita Tenis: Grampians Trophy diselesaikan pada hari Minggu (7/2) waktu setempat ketika Anett Kontaveit dan Ann Li mengakhiri turnamen tersebut dengan kemenangan.

Pada semifinal pertama Grampians Trophy, petenis unggulan keenam melumpuhkan petenis unggulan kelima asal Yunani, Maria Sakkari dengan 2-6, 6-3, 11-9.

Setelah itu, dilanjutkan dengan petenis AS, Li yang memetik kemenangan ketat 7-6, 6-7, 10-6 atas petenis unggulan ketujuh sekaligus rekan senegaranya, Jennifer Brady.

Akibat jadwal yang sempat ditunda pada hari Kamis (4/2) dan Australian Open yang akan dimulai pada hari Senin (8/2), partai puncak Grampians Open terpaksa tidak digelar, tetapi baik Kontaveit dan Li bisa memasuki Australian Open musim ini dengan mengantongi kemenangan beruntun.

Petenis berkebangsaan Estona menemukan dirinya berada dalam bahaya yang dimulai ketika ia kehilangan set pertama setelah kehilangan lima game secara beruntun. Ia kembali bangkit di set kedua, bahkan memaksakan babak tiebreak.

Namun, petenis berkebangsaan Yunani, Sakkari menjadi petenis pertama yang mendapatkan peluang match point pada kedudukan 9-7 di babak tiebreak penentu. Menghadapi situasi genting seperti itu, petenis unggulan keenam tetap tenang dan mengamankan dua peluang milik Sakkari. bahkan ia mengklaim empat poin terakhir pada laga yang bertahan selama 76 menit.

“Itu pertandingan yang sengit. Saya pikir Maria adalah petenis yang sangat handal dan ia memukul bolanya dengan sangat apik, sehingga menempatkan saya berada di bawah tekanan dan cukup sulit bagi saya untuk terbiasa dengan kecepatan itu di awal,” jelas Kontaveit.

“Di set kedua, saya mencoba bertahan dan berjuang demi setiap poin, dan tentu babak super tiebreak benar-benar ketat. Ia mendapatkan peluang match point dan pertandingan bisa saja berakhir sebaliknya. Saya benar-benar beruntung dengan match point itu.”

Li bahkan melalui jalan yang jauh lebih terjal pada semifinal turnamen WTA pertama dalam kariernya. Pada laga yang mempertemukan dua petenis AS, dua set pertama harus ditentukan melalui babak tiebreak sebelum memasuki babak super tiebreak.

Memasuki babak super tiebreak, petenis berusia 20 tahun dengan cepat menguasai pertandingan, termasuk menembakkan ace demi kedudukan 4-1 sebelum ia keluar sebagai juara setelah 1 jam 49 menit.

Terkait kunci keberhasilannya pada pekan ini, Li menyatakan, “Saya tidak fokus dengan hasil, tentunya, saya hanya fokus untuk melakukan hal yang tepat dan bermain dengan strategi yang tepat.”

“Saya merasa memiliki kepercayaan diri dari semua kerja keras yang saya usahakan selama pra-musim. Mencoba untuk mengimplementasikan hal yang saya pelajari. Saya pikir, saya hanya fokus dengan hal itu.”

Baik petenis berkebangsaan Estonia dan petenis AS saling melempar canda ketika upacara penyerahan trofi Grampians Trophy berlangsung.

“Tentu saya ingin melakoni final, tetapi ini yang terjadi dan tentunya cukup baik bisa saling berbagi trofi ini,” timpal Kontaveit.

“Li sangat menyenangkan di lapangan, jadi, itu momen yang mengesankan.”

Artikel Tag: Tenis, Grampians Trophy, Anett Kontaveit, Ann Li, Maria Sakkari

587  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini