Alexander Zverev Lalui Jalan Berliku Demi Menuju Semifinal Di Monte Carlo

Alexander Zverev [image: Zuma Pres/Felice Calabro]
Berita Tenis: Hidup tidak selalu berjalan mulus, begitupun perjalanan memenangkan gelar Monte Carlo Open, seperti yang dihadapi Alexander Zverev dan Joao Fonseca.
Hanya petenis yang paling berbakat atau paling gigih yang akhirnya diganjar hasil terbaik. Baru berusia 19 tahun, petenis berkebangsaan Brazil, Fonseca berharap bisa masuk kategori tersebut dengan kekuatan lengan, penguasaan terhadap permainan, dan peningkatan pesatnya di turnamen ATP dalam beberapa bulan terakhir.
Namun setelah kalah dari petenis peringkat 2 dunia, Jannik Sinner di Indian Wells dan petenis peringkat 1 dunia, Carlos Alcaraz di Miami, petenis berusia 19 tahun sekali lagi kandas di tangan petenis peringkat 3 besar setelah petenis berkebangsaan Jerman mengalahkannya dengan 7-5, 6-7, 6-3 di perempatfinal Monte Carlo Open musim 2026 yang berlangsung selama 2 jam 50 menit.
Fonseca pun gagal menjadi semifinalis turnamen Masters 1000 pertama yang lahir setelah tahun 2006. Di sisi lain, petenis unggulan ketiga, tentu saja tidak kekurangan bakat, tetapi di usia 28 tahun, ia telah memiliki daftar panjang kekalahan di masa lalu.
Akhir pekan ini, juara ATP Finals musim 2021 akan melakoni semifinal Monte Carlo Open untuk kali ketiga setelah musim 2018 (kalah dari Kei Nishikori) dan musim 2022 (kalah dari Stefanos Tsitsipas). Jadi, ia lolos ke semifinal di Monte Carlo setiap empat musim sekali, keteraturan statistik yang aneh.
Semifinal tersebut juga menjadi semifinal turnamen Masters 1000 ketiga bagi petenis unggulan ketiga pada musim 2026, setelah hanya Jannik Sinner yang menghentikan langkahnya di Indian Wells dan Miami, dua turnamen Masters 1000 yang berhasil petenis berkebangsaan Italia menangkan.
Perlu dicatat juga bahwa sejak musim 1990, petenis unggulan ketiga menjadi petenis keempat yang lolos ke semifinal turnamen Masters 1000 yang digelar di clay-court untuk kali kesepuluh atau lebih setelah Rafael Nadal (37), Novak Djokovic (28), dan Roger Federer (19). Bahkan David Ferrer terhenti di angka 9.
Zverev memang seperti metronom, tetapi mencapai titik ini merupakan pertarungan yang rumit, bahkan terkadang membosankan melawan Fonseca. Pertandingan dimulai dengan tegang dan lambat, ditandai dengan banyak kesalahan di kedua sisi.
Namun demikian, petenis berkebangsaan Jerman berhasil mematahkan servis lawan pada kedudukan 5-5 dan memperketat servisnya untuk memenangkan set pertama. Ia bahkan unggul 2-0 dan kemudian 3-1 di set kedua, tetapi kemudian ia kehilangan konsentrasi, sementara petenis berkebangsaan Brazil akhirnya mengambil beberapa risiko yang diganjar dengan memenangkan set kedua.
Namun tidak seperti pertandingan pembuka melawan Garin, yang unggul 5-2 di set ketiga, petenis unggulan ketiga kali ini tidak terdesak dan dengan memanfaatkan pengalamannya, ia mengambil kendali untuk akhirnya menang dengan tiga set.
“Kita semua tahu bakat Joao,” ungkap Zverev yang akan bertemu petenis unggulan kedua, Sinner atau petenis unggulan keenam, Felix Auger Aliassime di semifinal Monte Carlo Open.
“Itu sulit. Terutama karena ini adalah pekan pertama semua orang bermain di clay-court. Saya sangat senang bisa lolos ke semifinal. Meskipun level permainannya tidak konsisten, saya fokus pada hal-hal positif.”
Artikel Tag: alexander zverev, monte carlo open, joao fonseca
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/alexander-zverev-lalui-jalan-berliku-demi-menuju-semifinal-di-monte-carlo

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini