Alasan Kemenangan Alexander Zverev Di Paris Jadi Kemenangan Mengesankan

Alexander Zverev [image: AFP]
Berita Tenis: Kemenangan Alexander Zverev di French Open musim 2026 ternoda dengan penggemar percaya kemenangan tersebut sebagian besar disebabkan oleh tersingkirnya para petenis top lainnya.
French Open musim ini dimulai tanpa juara bertahank, Carlos Alcaraz yang mundur karena cedera pergelangan tangan yang dideritanya di Barcelona Open dan beberapa petenis top lainnya tersingkir lebih awal.
Jannik Sinner, favorit utama untuk memenangkan French Open musim ini, secara mengejutkan kalah dari petenis berkebangsaan Argentina, Juan Manuel Cerundolo di babak kedua, meskipun sempat unggul dua set dan satu break.
Novak Djokovic menyusul setelah ia kalah dari Joao Fonseca dengan lima set dalam pertandingan yang tidak diragukan lagi menjadi salah satu pertandingan terbaik di Grand Slam tersebut.
Pekan pertama di Roland Garros, Paris diselimuti oleh cuaca panas yang luar biasa, dengan suhu mencapai pertengahan tiga puluhan derajat Celsius selama sebagian besar tujuh hari pertama Grand Slam tersebut.
Petenis berkebangsaan Jerman bermain di waktu yang berbeda di sepanjang pekan pertama, baik sesi siang maupun malam, dan ia jarang kesulitan sementara yang lain tersandung. Sinner menyatakan masalahnya bukan disebabkan oleh panas, tetapi beberapa petenis lain, termasuk Jakub Mensik, praktis meleleh di tengah panasnya Paris.
Sementara itu, petenis berusia 29 tahun tetap tenang meskipun cuaca sangat panas.
“Saya suka cuaca panas. Saya selalu menyukainya,” ungkap Zverev dalam konferensi pers setelah mengalahkan Jesper de Jong di babak keempat.
“Saya selalu merasa nyaman dalam cuaca panas. Secara keseluruhan, saya pikir ada pertandingan yang brutal, ada kondisi yang sangat sulit. Tetapi pertandingan dan hal-hal semacam itu akan tetap brutal, mengingat lamanya pertandingan dan bagaimana reli-relinya berlangsung.”
Setelah dengan tenang menghadapi cuaca panas di pekan pertama, juara Olimpiade di Tokyo tahun 2021 juga tampak tidak terpengaruh oleh kondisi berangin kencang yang terjadi selama tahap akhir Grand Slam di Roland Garros.
Berbicara dalam komentari Sky Sports selama semifinal Zverev melawan Jakub Mensik, Naomi Cavaday mengatakan, “Itu seperti dua turnamen terpisah dalam hal kondisi. Gelombang panas di pekan pertama hingga kondisi sejuk dan cukup berangin yang kita alami pekan ini. Itu membuat perbedaan besar pada bagaimana bola bereaksi. Pukulan yang sama persis datang 10 cm lebih rendah pekan ini daripada pekan lalu. Ini tentang harus melakukan penyesuaian tersebut.”
Meskipun Zverev tidak harus mengalahkan petenis terbaik di dunia untuk meraih kemenangan Grand Slam pertama dalam kariernya, ia melakukan sesuatu yang tidak bisa dilakukan orang lain, menghadapi dua kondisi cuaca ekstrem di Paris.
Hanya karena alasan itu saja, satu-satunya kemenangan petenis berkebangsaan Jerman di Grand Slam seharusnya dianggap sebagai salah satu yang paling mengesankan di era modern.
Petenis unggulan kedua mungkin tidak mengalahkan petenis peringkat lima besar atau menjawab kritik ketika harus menantang Alcaraz atau Sinner, tetapi kemampuannya untuk beradaptasi seharusnya benar-benar dipuji.
Sementara para petenis terbaik di turnamen ATP maupun WTA Tour tersingkir, Zverev membuktikan dirinya sangat adaptif di clay-court yang berada di Roland Garros. Karena alasan itu saja, kemenangan sang petenis seharusnya dianggap sangat mengesankan.
Artikel Tag: novak djokovic, french open, alexander zverev, jannik sinner, carlos alcaraz
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tenis/alasan-kemenangan-alexander-zverev-di-paris-jadi-kemenangan-mengesankan

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini