Universitas Mercu Buana Gelar Kejuaraan Pencak Silat Internasional

Penulis: Fajar Muhammad Fajar
Sabtu 26 Des 2020, 22:00 WIB
Universitas Mercu Buana Gelar Kejuaraan Pencak Silat Internasional

UKM Pencak Silat UMB via YouTube UMB

Berita Beladiri : Universitas Mercu Buana (UMB) melalui UKM Pencak Silat UMB Jakarta, sukses menggelar lomba pencak silat virtual berskala Internasional, yakni "World Festival Pencak Silat Open Virtual".

Perlombaan silat virtual tersebut, menggunakan format berbasis video. Setiap peserta lomba, membuat video gerakan seni pencak silat, baik tangan kosong maupun dengan menggunakan senjata yang berdurasi tiga menit, dan dikirim via dalam jaringan (daring).

Prof Ngadino Surip, Rektor Universitas Mercu Buana Jakarta, menjelaskan kejuaraan Pencak Silat Internasional yang mereka selenggarakan secara virtual, memiliki tujuan untuk melestarikan dan mewariskan pencak silat untuk generasi muda.

"Bahkan, kejuaraan ini menjadi langkah mewariskan Pencak Silat kepada generasi-generasi muda lintas negara," ungkap Prof Ngadino Surip dalam siaran pers, Jumat (25/12) dikutip dari Republika.co.id.

Rektor UMB itu berharap, Pencak Silat mampu membawa misi kedamaian yang dapat menyatukan bangsa-bangsa di seluruh dunia, agar terwujud keharmonisan. Ia juga menambahkan, UMB juga memiliki tanggung jawab untuk mewariskan nilai Indonesia yang tersimpan dalam seni gerak Pencak Silat, karena mereka merupakan institusi pendidikan.

Dengan begitu, menurutnya, proses pendidikan menjadi lebih komperhensif karena tidak hanya melakukan pendekatan ilmiah yang terjadi di ruang perkuliahan, namun juga melalui kebudayaan dan seni olahraga.

Apalagi, pencak silat telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai warisan budaya tak benda (WBTB), Desember tahun lalu, di Bogota, Kolombia. Menurut Prof Ngadino, faktor tersebut kian memperkuat argumentasi untuk selalu mewariskan pencak silat pada generasi muda. Tidak semata sebagai seni bela diri asli Indonesia, namun sampai menjadikan pencak silat sebagai bagian dari identitas kebangsaan.

"Sehingga pencak silat mampu menjadi sarana memperluas khazanah kekayaan bangsa Indonesia," tegas Prof Ngadino Surip.

World Festival Pencak Silat Open Virtual 2020, menerima 300 peserta nasional dan internasional, dan terdiri dari kategori Dewasa, Remaja, Pra Remaja, dan Usia Dini dengan tajuk seni tradisional. Kompetisi virtual tersebut berlangsung via Live YouTube pada 21-23 Desember 2020 yang lalu. Di mana kegiatan seminar, penutupan, dan pengumuman pemenang di masing-masing kategori telah diselenggarakan tanggal 23 Desember 2020.

Dalam turnamen ini, Internasional Referee (IR) Indonesia yang direkomendasikan oleh PERSILAT - IPSF bertugas sebagai juri yang menilai peserta. Para juri tersebut telah bersertifikat, dan memberikan penilaian dengan menggunakan Digital Scoring BGSquad.

Juara World Festival Pencak Silat ini, di masing-masing kategori juga akan menerima sertifikat yang ditandatangani oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan) dan Rektor Universitas Mercu Buana. Sementara hadiah uang pembinaan diberikan kepada juara terbaik 1 Putra dan Putri per kategori, dan juara terbaik 1 putra dan putri kategori remaja (SMA/Sederajat) akan memperoleh beasiswa masuk UMB.

Artikel Tag: Universitas Mercu Buana, pencak silat, Kemendikbud, World Festival Pencak Silat Open Virtual

836  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini