Remco Evenepoel Pimpin Protes Keselamatan di Balapan Tour de Lombardy

Para pebalap sengaja menunggu lima menit sebelum memulai lomba Tour de Lombardy untuk menegaskan bahwa kematian dalam balap sepeda tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang bisa diterima. (Foto: AP)
Para pebalap menunda start Tour de Lombardy selama sekitar lima menit pada Sabtu (10/10) sebagai bentuk protes terhadap kondisi balapan yang dinilai tidak aman dan kematian seorang pebalap dalam kompetisi sebelumnya.
Pebalap bintang Remco Evenepoel berbicara mewakili peloton di garis start di Bergamo, Italia.
Ia menegaskan bahwa para pebalap ingin menyampaikan pesan kepada penyelenggara, publik, dan semua pihak yang mengikuti olahraga balap sepeda agar keselamatan atlet lebih diperhatikan.
“Sayangnya, kita kehilangan nyawa seorang saudara sekaligus rekan. Karena itu, kami ingin menyampaikan pernyataan ini kepada dunia bahwa kami tidak bisa terus menerima kenyataan bahwa para pebalap mengalami cedera atau bahkan meninggal saat melakukan hal yang paling kami sukai,” kata Evenepoel.
Ia menjelaskan, para pebalap sengaja menunggu lima menit sebelum memulai lomba untuk menegaskan bahwa kematian dalam balap sepeda tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang bisa diterima.
“Kami ingin menyampaikan pesan kepada penyelenggara, publik, dan semua orang yang mengikuti balap sepeda, karena kami tidak bisa menerima kenyataan bahwa orang-orang meninggal,” ujarnya.
Protes tersebut juga menjadi sorotan setelah pebalap Inggris, Finlay Tarling, meninggal dunia pada Agustus lalu ketika mengikuti Volta a Portugal. Tarling yang berusia 19 tahun tertabrak mobil yang memasuki lintasan balapan.
Pengemudi mobil tersebut dilaporkan tidak melihat tanda-tanda peringatan dari petugas lintasan dan memasuki jalan dari arah berlawanan dengan jalur perlombaan.
Insiden itu kembali memicu kekhawatiran mengenai pengamanan rute dan perlindungan terhadap para pebalap selama kompetisi berlangsung.
Di tengah aksi protes tersebut, Paul Seixas dari Prancis mencatatkan sejarah dengan menjadi pemenang termuda Tour de Lombardy.
Pebalap berusia 20 tahun itu melancarkan serangan sekitar 20 kilometer menjelang finis dan berhasil mempertahankan keunggulannya hingga garis akhir.
Seixas mengakhiri dominasi Tadej Pogačar, yang telah memenangi ajang tersebut selama lima tahun berturut-turut sebelum absen karena cedera.
“Saya merasa hari ini akan menjadi hari yang luar biasa. Rasanya seperti mimpi,” kata Seixas.
Pebalap Spanyol Enric Mas, pemenang Vuelta a España, finis di posisi kedua dengan selisih 48 detik dari Seixas. Sementara itu, pebalap Italia Giulio Ciccone menempati posisi ketiga.
Tour de Lombardy pertama kali digelar pada 1905 dan merupakan salah satu balapan satu hari paling bergengsi dalam kalender balap sepeda profesional.
Ajang ini termasuk dalam kelompok balapan Monument, yang dikenal sebagai lima balapan satu hari paling prestisius dalam olahraga tersebut.
Artikel Tag: remco evenepoel
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/remco-evenepoel-pimpin-protes-keselamatan-di-balapan-tour-de-lombardy


















Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini