Prancis Sapu Emas-Perak Mass Start Biathlon Putri di Olimpiade 2026

Dalam kondisi salju tebal dan jarak pandang terbatas, Océane Michelon menunjukkan ketangguhan mental dan fisik untuk memastikan emas Olimpiade. (Foto: AP)
Prancis menutup cabang biathlon Olimpiade Musim Dingin 2026 dengan dominasi impresif.
Océane Michelon merebut medali emas dan rekan setimnya, Julia Simon, meraih perak pada nomor mass start 12,5 kilometer putri di Anterselva, Sabtu (21/2).
Dalam kondisi salju tebal dan jarak pandang terbatas, Michelon menunjukkan ketangguhan mental dan fisik untuk memastikan gelar juara.
Atlet berusia 23 tahun itu sempat melakukan satu kesalahan tembakan pada sesi menembak terakhir dan keluar dari lapangan tembak di posisi keempat.
Namun, ia mempercepat laju di lintasan ski pada putaran akhir untuk menyalip para pesaingnya dan finis terdepan dengan catatan waktu 37 menit 18,1 detik.
Simon juga tampil kuat pada 2,5 kilometer terakhir. Ia menyusul ke depan dan melintasi garis finis 6,6 detik di belakang Michelon untuk mengamankan medali perak.
Sementara itu, atlet Republik Ceko, Tereza Vobornikova, yang sempat memimpin selepas sesi menembak terakhir, harus puas dengan perunggu setelah disalip dua wakil Prancis dan finis 7,4 detik dari Michelon.
Balapan berlangsung dramatis dengan perubahan posisi hampir di setiap sesi menembak.
Dalam nomor mass start, 30 atlet terbaik berdasarkan peringkat Piala Dunia dan performa Olimpiade berlomba dalam lima putaran masing-masing 2,5 kilometer.
Mereka melakukan dua kali tembakan dalam posisi tiarap dan dua kali berdiri, dengan setiap kegagalan mengenai sasaran berujung pada hukuman satu putaran penalti sejauh 150 meter.
Atlet Swedia, Anna Magnusson, menjadi satu-satunya peserta yang menembak sempurna 20 dari 20 target.
Meski demikian, ia harus puas finis keempat dengan selisih 26,6 detik dari pemenang.
Dukungan publik tuan rumah juga tertuju kepada Dorothea Wierer. Atlet Italia itu sempat tercecer di posisi ke-16 setelah dua kali gagal menembak.
Namun, ia membersihkan seluruh target pada sesi berdiri terakhir dan finis kelima dengan selisih 30 detik.
Wierer, yang akan berusia 36 tahun pada April mendatang, telah mengumumkan Olimpiade ini sebagai ajang terakhir dalam kariernya.
Ia menutup penampilannya dengan mengelilingi lintasan bersama atlet Jerman, Franziska Preuss, sebelum merayakannya dengan sampanye di depan penonton.
Sementara itu, juara bertahan mass start Olimpiade, Justine Braisaz-Bouchet, tampil di luar performa terbaiknya. Enam kesalahan tembakan membuatnya terlempar ke posisi ke-27 dengan selisih lebih dari tiga menit.
Bagi Michelon, emas ini menjadi gelar individu Olimpiade pertamanya setelah sebelumnya turut menyumbang emas di nomor estafet.
Hasil ini sekaligus menegaskan dominasi Prancis di cabang biathlon pada edisi Milan-Cortina dengan koleksi total 13 medali sepanjang ajang.
Artikel Tag: olimpiade, olimpiade musim dingin
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/prancis-sapu-emas-perak-mass-start-biathlon-putri-di-olimpiade-2026
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini