OCA Dukung Model Aichi-Nagoya untuk Tekan Biaya Asian Games

Penulis: Hanif Rusli
Minggu 20 Sep 2026, 19:08 WIB - 93 views
Presiden OCA Sheikh Joaan Bin Hamad Al Thani mengapresiasi panitia Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dan Komite Olimpiade Jepang atas penyelenggaraan tersebut. (Foto: Istimewa)

Presiden OCA Sheikh Joaan Bin Hamad Al Thani mengapresiasi panitia Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dan Komite Olimpiade Jepang atas penyelenggaraan tersebut. (Foto: Istimewa)

Ligaolahraga.com -

Dewan Olimpiade Asia (OCA) mendukung pendekatan Jepang dalam menyelenggarakan Asian Games Aichi-Nagoya, dengan menilai model tersebut dapat menjadi contoh untuk menekan biaya penyelenggaraan tanpa mengurangi kelayakan fasilitas bagi para atlet.

Presiden OCA Sheikh Joaan Bin Hamad Al Thani dan Direktur Jenderal OCA Husain Al Musallam menyampaikan dukungan tersebut dalam diskusi di Main Press Center, Sabtu (19/9), saat Asian Games ke-20 resmi dibuka di Nagoya.

Sheikh Joaan mengakui Jepang menghadapi berbagai tantangan dalam persiapan, tetapi memuji upaya tuan rumah bekerja sama dengan OCA dan berbagai mitra untuk mengatasinya.

“Kami sangat senang mengundang Jepang untuk kembali menjadi tuan rumah Asian Games yang bersejarah,” kata Sheikh Joaan. “Jepang memiliki sejarah olahraga yang sangat membanggakan dan sukses, dan kami yakin Asian Games ini akan meneruskan warisan tersebut.”

Menurutnya, persoalan utama bukanlah ada atau tidaknya tantangan, melainkan bagaimana tantangan tersebut ditangani.

“Kami berterima kasih kepada sahabat-sahabat kami di Jepang atas cara mereka bekerja untuk menemukan solusi dan mengatasi berbagai masalah,” ujarnya.

Sheikh Joaan menegaskan Asian Games pada akhirnya harus memberikan lingkungan terbaik bagi atlet untuk bertanding sekaligus menginspirasi generasi muda di seluruh Asia.

Aichi-Nagoya menggunakan model akomodasi yang berbeda dari konsep Kampung Atlet terpusat.

Husain mengatakan pendekatan tersebut dapat menjadi contoh bagi penyelenggaraan multiolahraga lain yang ingin mengendalikan biaya dan memaksimalkan penggunaan infrastruktur yang sudah tersedia.

“Semua orang berbicara tentang biaya penyelenggaraan Asian Games dan bagaimana pesta olahraga ini harus dikelola. Kemudian Jepang menghadirkan ide baru dengan mencoba sesuatu tanpa Kampung Atlet,” kata Husain.

Menurut Husain, prioritas OCA adalah memastikan atlet memperoleh akomodasi, transportasi, makanan, dan layanan lain yang sesuai, sekaligus mempertimbangkan pemanfaatan investasi setelah Asian Games berakhir.

Sekitar 6.200 tempat tidur tersedia melalui kapal pesiar dan desa sementara, yang memungkinkan atlet tinggal bersama dan berinteraksi. Atlet lainnya ditempatkan di hotel yang dekat dengan venue pertandingan di Tokyo, Osaka, dan sejumlah kota lain.

“Kami harus mencari solusi demi kenyamanan atlet, agar mereka tidak perlu melakukan perjalanan jauh. Karena itu, kami memilih hotel yang lebih dekat dengan venue,” ujar Husain.

OCA juga menyoroti perkembangan esports dan mind sports dalam Asian Games. Sheikh Joaan menyebut esports mencerminkan minat generasi muda Asia dan menyebut benua tersebut sebagai pasar terbesar dunia untuk sektor itu.

Husain mengatakan Dewan Eksekutif OCA telah menetapkan alokasi esports dan mind sports untuk Asian Games mendatang.

Sementara itu, Sheikh Joaan mengatakan meningkatnya skala Asian Games tidak diperkirakan mengurangi minat kota-kota calon tuan rumah.

Doha akan menjadi tuan rumah 2030 dan Riyadh pada 2034, sedangkan sejumlah kota telah menyatakan minat untuk edisi 2038 dan setelahnya.

Asian Games Aichi-Nagoya diikuti sekitar 11.000 atlet serta lebih dari 6.000 pelatih dan ofisial dari 45 negara dan wilayah.

Artikel Tag: asian games

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/oca-dukung-model-aichi-nagoya-untuk-tekan-biaya-asian-games
93
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini