Luciano Benavides dan Nasser Al-Attiyah Berjaya di Reli Dakar 2026

Luciano Benavides (kiri) dan Nasser Al-Attiyah melakukan selebrasi sebagai pemenang kategori motor dan mobil di Reli Dakar 2026. (Foto: AP)
Luciano Benavides mencatatkan sejarah di Reli Dakar 2026 dengan meraih gelar juara kelas motor lewat selisih waktu paling tipis sepanjang sejarah ajang tersebut.
Pebalap asal Argentina itu menjuarai Dakar hanya dengan keunggulan dua detik atas rival terdekatnya, Ricky Brabec, dalam etape terakhir yang finis di Yanbu, Arab Saudi, Sabtu (17/1).
Drama terjadi menjelang garis akhir etape ke-13 yang membentang sejauh 105 kilometer di sepanjang pesisir Laut Merah. Brabec, yang mengendarai Honda, sebenarnya berada di jalur menuju gelar Dakar ketiganya.
Ia memimpin klasemen umum dengan keunggulan 3 menit 20 detik berkat bonus waktu sebagai pembuka jalur, meski secara kecepatan murni motor KTM milik Benavides tampil lebih cepat.
Namun, tujuh kilometer sebelum finis, Brabec melakukan kesalahan navigasi fatal dengan mengambil jalur yang salah.
Luciano Benavides yang berada di belakang melihat lampu motor berbalik arah dan segera menyadari peluang besar terbuka.
Kesalahan itu membuat Brabec kehilangan waktu krusial dan akhirnya tiba di garis finis 3 menit 22 detik lebih lambat dari Benavides, cukup untuk membalikkan keadaan secara dramatis.
“Saya melihat peluang itu dan langsung mengambilnya. Sejak start saya yakin Dakar ini milik saya,” ujar Benavides.
Ia mengakui kemenangan dengan margin dua detik setelah hampir 8.000 kilometer perlombaan selama dua pekan terasa sulit dipercaya.
Luciano Benavides sendiri finis kedua di etape terakhir di belakang rekan setimnya, Edgar Canet, yang meraih kemenangan etape ketiganya di Dakar tahun ini.
Kemenangan ini juga terasa istimewa karena Luciano Benavides menjalani Dakar kesembilannya tanpa pernah naik podium sebelumnya, bahkan baru pulih dari cedera ligamen lutut tiga bulan lalu.
Sementara itu di kategori mobil, Nasser Al-Attiyah tampil aman dan penuh perhitungan untuk memastikan gelar Dakar keenam dalam kariernya, sekaligus yang pertama bersama Dacia.
Pebalap Qatar tersebut finis hampir sembilan menit di belakang pemenang etape Mattias Ekström, namun tetap unggul nyaman di klasemen umum atas Nani Roma dengan selisih 9 menit 42 detik.
Gelar ini membuat Al-Attiyah kini hanya terpaut dua kemenangan dari rekor Stéphane Peterhansel. “Saya masih ingin mengejar rekor itu,” kata Al-Attiyah, yang telah menjuarai Dakar bersama empat pabrikan berbeda.
Reli Dakar 2026 pun dikenang sebagai salah satu edisi paling dramatis, dengan duel hingga detik terakhir yang menegaskan betapa kejam dan tak terduganya ajang balap terberat di dunia ini.
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/luciano-benavides-dan-nasser-al-attiyah-berjaya-di-reli-dakar-2026
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini