Ketika Agresivitas Harus Mengalah pada Pelari di Atas Ring

Penulis: Robin
Senin 04 Mei 2015, 16:13 WIB - 980 views
Ketika Agresivitas Harus Mengalah pada Pelari di Atas Ring

Ketika Agresivitas Harus Mengalah pada Pelari di Atas Ring

Ligaolahraga.com -

  Hasil antara laga yang mempertemukan Manny Pacquiao dengan Floyd Mayweather Jr, membuat banyak orang heran dan tidak percaya. Hal ini disebabkan karena Pacquaio adalah petinju yang lebih aktif melakukan serangan, sedangkan Mayweather justru lebih sering berkelit dan berlari-lari untuk menjauhkan diri dari petinju asal Filipina tersebut. Hasil antara laga yang mempertemukan Manny Pacquiao dengan Floyd Mayweather Jr, membuat banyak orang heran dan tidak percaya. Hal ini disebabkan karena Pacquaio adalah petinju yang lebih aktif melakukan serangan, sedangkan Mayweather justru lebih sering berkelit dan berlari-lari untuk menjauhkan diri dari petinju asal Filipina tersebut.  

 

Tentu saja bukan karena tanpa sebab, menurut perhitungan yang diperoleh dari 3 juri yang mencatat jalannya pertandingan, yaitu Dave Moretti, Glenn Feldman dan Bert Clements memberi angka lebih kepada Mayweather. Mereka bertiga memberikan angka mutlak 118-110, 116-112 dan 116-112, untuk keunggulan Mayweather.
Dari perhitungan statistik yang dicatat oleh ketiga juri tersebut terungkap bahwa dari total 435 pukulan yang dibuat Mayweather, 148 di antaranya masuk atau sekitar 34%, sedangkan Pacquiao melancarkan pukulan sebanyak 429 kali dengan akurasi 18,9% saja atau hanya 81 saja yang masuk.
Jab yang dilayangkan Mayweather sebanyak 267 kali dengan 67 kali masuk, sedangkan Pacquiao hanya melakukan 193 kali jab dan 18 yang mengenai sasaran. Namun apabila dilihat dari kekuatan pukulannya, Pacquiao lebih unggul dengan perolehan 236 poin, sedangkan Mayweather hanya 168 saja. Sayangnya, walaupun power punch atau kekuatan pukulan yang dilancarkan lebih banyak, namun pukulannya Pacquiao yang masuk hanya 63 kali, sedangkan Mayweather mencapai 81 kali.
Dari perhitungan ini, 3 juri dengan mantap mengumumkan bahwa pemenang laga duel terbesar saat ini adalah Mayweather alias The Money. 
Bahkan bukan kubu Pacquaio dan masyarakat Filipina saja yang merasa aneh, janggal dan kecewa atas putusan wasit tersebut, mayoritas penonton di MGM Grand Arena, Las Vegas, Nevada atau tempat untuk melangsungkan duel tersebut secara serentak meneriakkan rasa kekecewaan mereka.
Di internet pun tidak kalah ramai, banyak meme-meme untuk menyindir kemenangan Mayweather atas Pacquiao. Bahkan, seorang mantan juara tinju kelas berat dunia, Mike Tyson pun melalui akun Twitter pribadinya juga mengungkapkan kekecewaannya setelah mengetahui bahwa yang memenangkan laga adalah Mayweather.
“Kita telah menunggu selama lima tahun untuk ini … #underwhelmed #MayPac,” tulis petinju dengan julukan Si Leher Beton tersebut.
Tidak hanya menuliskan sindiran di akun Twitternya saja, Tyson juga mengkritik bahwa Mayweather sudah mengalami penurunan performa.
Popularitas Pacquiao memang tinggi dibandingkan Mayweather. Bahkan petinju berusia 36 tahun tersebut pernah menyebutkan bahwa dia bersedia menyumbangkan sebagian dari perolehannya dari duel antara dirinya dengan Mayweather untuk amal atau sosial (sekitar 50 juta lebih).
Sedangkan Mayweather lebih banyak mengumbar sindiran dan psywar kepada kubu Pacquiao. Tidak sedikit yang tidak suka akan kelakuan dari Mayweather tersebut. Bahkan ketika Pacquiao berhasil memojokkan Mayweather di ring, tidak sedikit dari penonton yang bersorak dan berharap The Pac Man dapat mengcanvaskan The Money bersama mulut besarnya. Sayangnya, apa yang diharapkan tidak terjadi dan Si Pelari di Atas Ring lebih unggul dibandingkan Si Agresif.

Tentu saja bukan karena tanpa sebab, menurut perhitungan yang diperoleh dari 3 juri yang mencatat jalannya pertandingan, yaitu Dave Moretti, Glenn Feldman dan Bert Clements memberi angka lebih kepada Mayweather. Mereka bertiga memberikan angka mutlak 118-110, 116-112 dan 116-112, untuk keunggulan Mayweather.


Dari perhitungan statistik yang dicatat oleh ketiga juri tersebut terungkap bahwa dari total 435 pukulan yang dibuat Mayweather, 148 di antaranya masuk atau sekitar 34%, sedangkan Pacquiao melancarkan pukulan sebanyak 429 kali dengan akurasi 18,9% saja atau hanya 81 saja yang masuk.


Jab yang dilayangkan Mayweather sebanyak 267 kali dengan 67 kali masuk, sedangkan Pacquiao hanya melakukan 193 kali jab dan 18 yang mengenai sasaran. Namun apabila dilihat dari kekuatan pukulannya, Pacquiao lebih unggul dengan perolehan 236 poin, sedangkan Mayweather hanya 168 saja. Sayangnya, walaupun power punch atau kekuatan pukulan yang dilancarkan lebih banyak, namun pukulannya Pacquiao yang masuk hanya 63 kali, sedangkan Mayweather mencapai 81 kali.


Dari perhitungan ini, 3 juri dengan mantap mengumumkan bahwa pemenang laga duel terbesar saat ini adalah Mayweather alias The Money. 


Bahkan bukan kubu Pacquaio dan masyarakat Filipina saja yang merasa aneh, janggal dan kecewa atas putusan wasit tersebut, mayoritas penonton di MGM Grand Arena, Las Vegas, Nevada atau tempat untuk melangsungkan duel tersebut secara serentak meneriakkan rasa kekecewaan mereka.


Di internet pun tidak kalah ramai, banyak meme-meme untuk menyindir kemenangan Mayweather atas Pacquiao. Bahkan, seorang mantan juara tinju kelas berat dunia, Mike Tyson pun melalui akun Twitter pribadinya juga mengungkapkan kekecewaannya setelah mengetahui bahwa yang memenangkan laga adalah Mayweather.


“Kita telah menunggu selama lima tahun untuk ini … #underwhelmed #MayPac,” tulis petinju dengan julukan Si Leher Beton tersebut.


Tidak hanya menuliskan sindiran di akun Twitternya saja, Tyson juga mengkritik bahwa Mayweather sudah mengalami penurunan performa.


Popularitas Pacquiao memang tinggi dibandingkan Mayweather. Bahkan petinju berusia 36 tahun tersebut pernah menyebutkan bahwa dia bersedia menyumbangkan sebagian dari perolehannya dari duel antara dirinya dengan Mayweather untuk amal atau sosial (sekitar 50 juta lebih).


Sedangkan Mayweather lebih banyak mengumbar sindiran dan psywar kepada kubu Pacquiao. Tidak sedikit yang tidak suka akan kelakuan dari Mayweather tersebut. Bahkan ketika Pacquiao berhasil memojokkan Mayweather di ring, tidak sedikit dari penonton yang bersorak dan berharap The Pac Man dapat mengcanvaskan The Money bersama mulut besarnya. Sayangnya, apa yang diharapkan tidak terjadi dan Si Pelari di Atas Ring lebih unggul dibandingkan Si Agresif.

 

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/ketika-agresivitas-harus-mengalah-pada-pelari-di-atas-ring
980
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini