Jonas Vingegaard Lengkapi Tiga Gelar Grand Tour Usai Juarai Giro d'Italia

Jonas Vingegaard memastikan gelar Giro pertamanya setelah mempertahankan keunggulan pada etape terakhir yang berakhir di Roma. (Foto: AP)
Pebalap Denmark, Jonas Vingegaard, resmi menorehkan sejarah baru dalam dunia balap sepeda.
Itu terjadi setelah ia menjuarai Giro d'Italia 2026 dan melengkapi koleksi gelar di tiga ajang Grand Tour, Minggu (31/5) waktu setempat.
Pebalap tim Team Visma-Lease a Bike itu menjadi pebalap putra kedelapan dalam sejarah yang berhasil menjuarai ketiga Grand Tour, yakni Giro d'Italia, Tour de France, dan Vuelta a España.
Jonas Vingegaard memastikan gelar Giro pertamanya setelah mempertahankan keunggulan pada etape terakhir yang berakhir di Roma.
Pebalap berusia 29 tahun tersebut menutup balapan tiga pekan dengan keunggulan 5 menit 22 detik atas pesaing terdekatnya, Felix Gall, yang finis di posisi kedua.
Sementara posisi ketiga ditempati Jai Hindley dengan selisih 6 menit 25 detik.
Keberhasilan ini melengkapi koleksi gelar Grand Tour milik Vingegaard setelah sebelumnya menjuarai Tour de France pada 2022 dan 2023, serta meraih gelar Vuelta a España untuk pertama kalinya pada musim lalu.
“Ini luar biasa. Ini adalah sesuatu yang saya impikan sepanjang hidup dan sekarang bisa mencapainya terasa sangat spesial,” kata Jonas Vingegaard setelah resmi dinobatkan sebagai juara Giro.
Ia mengaku emosional saat mengenakan maglia rosa atau jersey merah muda pemimpin klasemen umum di jalanan Roma.
“Begitu banyak penonton di sepanjang jalan. Mendapat kehormatan mengenakan maglia rosa di Roma adalah sesuatu yang sangat istimewa. Tiga pekan terakhir menjadi cara yang sempurna untuk mengakhiri balapan ini,” ujarnya.
Sesaat setelah melewati garis finis, Vingegaard langsung merayakan keberhasilannya bersama keluarga. Ia memeluk istri dan kedua anaknya yang mengenakan replika maglia rosa miliknya.
Momen tersebut menjadi salah satu pemandangan paling menyentuh pada penutupan Giro tahun ini.
Selama balapan berlangsung, Jonas Vingegaard kerap merayakan kemenangan etapenya dengan mencium foto keluarganya yang ditempel pada setang sepeda sebelum mencium cincin pernikahannya.
Dominasi Vingegaard sepanjang Giro 2026 sesuai dengan statusnya sebagai unggulan utama sebelum lomba dimulai.
Ia tampil konsisten di berbagai medan dan mampu menjaga keunggulan hingga etape terakhir.
Setelah sukses di Italia, fokus Vingegaard kini akan beralih ke Tour de France yang akan berlangsung musim panas ini.
Ia berpeluang menjadi pebalap kesembilan dalam sejarah yang mampu meraih gelar Giro-Tour pada tahun yang sama.
Namun tantangan berat sudah menantinya. Vingegaard diperkirakan kembali berhadapan dengan rival utamanya, Tadej Pogacar.
Pebalap Slovenia itu memilih tidak mengikuti Giro tahun ini demi memusatkan perhatian pada Tour de France dan berupaya menambah koleksi empat gelar yang telah dimilikinya.
Sementara itu, etape terakhir Giro yang menempuh jarak 131 kilometer dan berakhir dengan delapan putaran di Roma dimenangi sprinter Italia Jonathan Milan.
Milan akhirnya meraih kemenangan etape pertamanya di Giro tahun ini setelah beberapa kali gagal sebelumnya.
Ia mengalahkan rekan senegaranya Giovanni Lonardi dan pebalap Prancis Paul Penhoet dalam sprint massal menuju garis finis.
“Setelah tiga pekan terus berjuang, memenangkan etape terakhir di Roma terasa luar biasa. Kami tidak pernah menyerah dan selalu percaya bisa meraih kemenangan,” kata Milan.
Meski demikian, sorotan utama tetap tertuju pada Vingegaard yang kini resmi masuk dalam kelompok elite pebalap dengan gelar lengkap di seluruh ajang Grand Tour, sekaligus memperkuat statusnya sebagai salah satu pesepeda terbaik generasinya.
Artikel Tag: giro d'italia, jonas vingegaard
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/jonas-vingegaard-lengkapi-tiga-gelar-grand-tour-usai-juarai-giro-ditalia




















Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini