IOC Tambah Dua Cabang Baru untuk Olimpiade Musim Dingin 2030

Masuknya synchronized figure skating atau seluncur indah beregu menjadi salah satu perubahan terbesar dalam Olimpiade Musim Dingin 2030. (Foto: AP)
Komite Olimpiade Internasional (IOC) resmi memperbarui program pertandingan Olimpiade Musim Dingin 2030 di Pegunungan Alpen Prancis,
Mereka menambahkan dua disiplin baru, yakni synchronized figure skating dan freeride, sekaligus menghapus Nordic combined dari daftar cabang olahraga yang dipertandingkan.
Keputusan tersebut disepakati dalam rapat Dewan Eksekutif IOC pada Selasa (7/7) di Lausanne, Swiss.
Selain menghadirkan dua nomor baru, IOC juga memastikan nomor snowboard parallel giant slalom (PGS) tetap dipertahankan setelah sebelumnya sempat terancam dicoret dari program pertandingan.
Masuknya synchronized figure skating atau seluncur indah beregu menjadi salah satu perubahan terbesar dalam Olimpiade Musim Dingin 2030.
Nomor ini akan menggunakan format Synchro9 yang terdiri atas sembilan atlet dalam satu tim.
Synchronized figure skating selama ini lebih banyak diikuti atlet putri. Cabang tersebut juga akan menjalani debutnya pada Olimpiade Musim Dingin Remaja 2028 di Italia sebagai nomor khusus putri.
IOC masih membuka kemungkinan agar atlet putra dapat ikut berpartisipasi pada edisi Olimpiade Musim Dingin berikutnya di Prancis.
Sementara itu, freeride menjadi disiplin baru yang membawa atlet ski dan snowboard keluar dari lintasan balap konvensional.
Dalam nomor ini, peserta dituntut menaklukkan medan alami dengan melakukan berbagai lompatan dan manuver di lereng pegunungan.
Di sisi lain, IOC memutuskan menghapus Nordic combined yang telah menjadi bagian dari Olimpiade Musim Dingin selama 102 tahun.
Cabang olahraga tersebut menggabungkan lompat ski dan ski lintas alam, tetapi hingga kini hanya mempertandingkan nomor putra.
Sebelumnya, IOC sempat mempertimbangkan opsi untuk mempertahankan Nordic combined dengan menambahkan nomor putri maupun beregu demi menciptakan kesetaraan gender.
Namun, badan tersebut akhirnya memilih menghapus cabang olahraga itu sepenuhnya dari program Olimpiade 2030.
Menurut IOC, Nordic combined dinilai kurang memiliki daya tarik global. Organisasi tersebut sebelumnya juga menyoroti minimnya penyebaran cabang olahraga itu di luar kawasan Eropa.
Dalam evaluasinya, IOC menilai popularitas setiap disiplin olahraga melalui 14 indikator, termasuk cakupan siaran televisi, performa di media digital, hingga penjualan tiket.
Pada Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina tahun ini, Nordic combined menempati posisi terakhir dalam 11 dari 14 indikator yang digunakan.
Meski demikian, keputusan tersebut mendapat penolakan dari Federasi Ski dan Snowboard Internasional (FIS). Direktur balapan Nordic combined FIS, Lasse Ottesen, mengaku sangat kecewa dengan langkah IOC tersebut.
"Saya benar-benar kehilangan kata-kata dan kesulitan memahami alasan di balik keputusan ini," ujar Ottesen.
Ia menegaskan bahwa Nordic combined telah menjadi bagian penting dari tradisi olahraga ski Nordik dan selalu dipertandingkan sejak Olimpiade Musim Dingin pertama pada 1924.
Menurutnya, sejarah panjang tersebut seharusnya menjadi pertimbangan dalam menentukan masa depan cabang olahraga tersebut di ajang Olimpiade.
Artikel Tag: olimpiade, ioc, olimpiade musim dingin 2030
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/ioc-tambah-dua-cabang-baru-untuk-olimpiade-musim-dingin-2030























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini