Federasi Ski Bantah Rumor Manipulasi Tubuh Atlet Ski Jumping di Olimpiade

Penampakan Predazzo Ski Jumping Stadium, yang menjadi arena utama cabang olahraga ski jumping di Olimpiade Musim Dingin 2026. (Foto: AP)
Federasi Ski Internasional (FIS) menepis rumor viral yang menyebut atlet ski jumping melakukan manipulasi pada tubuh mereka untuk memperoleh keuntungan kompetitif menjelang Olimpiade Musim Dingin 2026 di Italia.
Rumor tersebut berasal dari laporan tabloid Jerman Bild bulan lalu yang mengklaim beberapa atlet menyuntikkan asam hialuronat pada area selangkangan atau menggunakan pelindung menyerupai kondom sebelum menjalani pemeriksaan ketat ukuran kostum lompat ski.
Manipulasi tersebut diduga dilakukan agar atlet dapat mengenakan kostum yang lebih besar, yang secara teoritis dapat menghasilkan daya angkat lebih tinggi dan jarak lompatan lebih jauh.
Isu jelang Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina ini kembali menjadi sorotan internasional setelah Badan Anti-Doping Dunia (WADA) menyatakan siap menyelidiki jika praktik tersebut berkaitan dengan doping.
Namun badan pengatur olahraga ski dunia FIS menegaskan tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut.
Juru bicara FIS, Bruno Sassi, menyebut kabar tersebut sebagai rumor liar yang hanya berawal dari desas-desus.
Menurutnya, tidak pernah ada indikasi maupun bukti bahwa atlet ski jumping menggunakan suntikan asam hialuronat untuk meningkatkan performa.
Direktur Jenderal WADA, Olivier Niggli, sebelumnya mengatakan bahwa lembaganya akan menindaklanjuti jika ditemukan unsur doping.
Namun juru bicara WADA, James Fitzgerald, kemudian menjelaskan bahwa asam hialuronat tidak termasuk dalam daftar zat terlarang, sehingga isu terkait kostum lompat ski berada di bawah kewenangan FIS.
Rumor ini muncul di tengah meningkatnya sensitivitas terhadap kecurangan dalam olahraga ski jumping.
Tahun lalu, tim Norwegia terlibat skandal manipulasi kostum pada Kejuaraan Dunia di Trondheim.
Beberapa pelatih dan staf tim dijatuhi larangan beraktivitas di olahraga tersebut selama 18 bulan karena terbukti mengubah kostum sebelum lomba.
Dua atlet Norwegia, Marius Lindvik dan Johann André Forfang, juga menerima skorsing tiga bulan, meskipun masih diizinkan mengikuti kompetisi musim ini setelah menjalani hukuman.
Sebagai respons terhadap kasus tersebut, FIS memperketat pengawasan peralatan.
Pemeriksaan kini dilakukan sebelum dan sesudah setiap lompatan, termasuk penggunaan teknologi pemindaian tiga dimensi serta mikrocip yang ditanam pada kostum untuk mencegah manipulasi.
FIS berharap langkah-langkah baru itu dapat menjaga integritas kompetisi lompat ski di Olimpiade Musim Dingin 2026.
Artikel Tag: olimpiade, olimpiade musim dingin
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/federasi-ski-bantah-rumor-manipulasi-tubuh-atlet-ski-jumping-di-olimpiade






















Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini