China Tetap Kokoh di Puncak Hari Ke-6 Paralimpiade Musim Dingin 2026

Kontingen China mengoleksi 13 emas, 10 perak, dan 13 perunggu sampai hari keenam Paralimpiade Musim Dingin 2026 di Milan-Cortina. (Foto: Olympics)
Hingga hari keenam kompetisi pada Jumat (13/3), kontingen China masih memimpin klasemen medali Paralimpiade Musim Dingin 2026 di Milan-Cortina.
Negeri Panda itu mengoleksi 13 emas, 10 perak, dan 13 perunggu. Posisi kedua ditempati United States dengan 10 emas, lima perak, dan lima perunggu, disusul Austria di peringkat ketiga dengan tujuh emas.
Sementara itu, kontingen Italia mencatat hari bersejarah saat menambah empat medali dari cabang snowboard dan ski alpine, sekaligus memecahkan rekor perolehan medali mereka sepanjang sejarah Paralimpiade Musim Dingin.
Tambahan medali tersebut membuat Italia mengoleksi total 14 medali dengan enam di antaranya emas, sekaligus melampaui rekor sebelumnya pada Paralimpiade Musim Dingin 1988 di Innsbruck.
Hasil ini juga mengangkat posisi Italia ke peringkat keempat klasemen sementara perolehan medali.
Salah satu sorotan datang dari cabang para-snowboard ketika atlet tuan rumah Jacopo Luchini meraih emas pada nomor SB-UL banked slalom, kategori untuk atlet dengan disabilitas pada anggota tubuh bagian atas.
Emas lainnya dipersembahkan Emanuel Perathoner yang tampil tercepat pada lintasan kedua nomor SB-LL2 banked slalom dengan catatan waktu 54,28 detik.
Ia mengungguli atlet Swiss Fabrice Von Gruenigen yang meraih perak dan wakil Australia Ben Tudhope yang membawa pulang perunggu.
Italia juga menambah medali dari cabang ski alpine melalui atlet tunanetra Giacomo Bertagnolli bersama pemandu Andrea Ravelli yang meraih perak pada nomor slalom raksasa kategori vision impaired.
Pasangan Italia tersebut mencatat waktu 2 menit 08,17 detik, hanya terpaut 0,34 detik dari juara asal Austria Johannes Aigner.
Kesuksesan tuan rumah ditutup dengan kemenangan Renè de Silvestro pada nomor slalom raksasa putra kategori duduk di lintasan Olympia delle Tofane.
Ia mengungguli atlet Belanda Niels de Langen yang meraih perak serta wakil Norwegia Jesper Pedersen yang mendapatkan perunggu.
Selain keberhasilan Italia, hari tersebut juga menjadi momen bersejarah bagi Kazakhstan setelah Yerbol Khamitov memenangkan emas pertama negara itu di cabang para-biathlon pada Paralimpiade Musim Dingin.
Sementara itu, Ukraina terus menunjukkan performa kuat di cabang para-biathlon dengan total enam medali yang terdiri dari empat perak dan dua perunggu.
Di cabang curling kursi roda beregu campuran, pertandingan final telah ditentukan dengan mempertemukan China dan Kanada untuk memperebutkan medali emas.
Sementara pada cabang para hoki es, final juga akan mempertemukan dua rival klasik, yakni Kanada melawan Amerika Serikat dalam laga perebutan gelar Paralimpiade.
Artikel Tag: paralimpiade
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/china-tetap-kokoh-di-puncak-hari-ke-6-paralimpiade-musim-dingin-2026























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini