Terpuruk di GP Aragon, Francesco Bagnaia Terlihat Resah di Garasi Ducati

Francesco Bagnaia
Berita MotoGP - Francesco Bagnaia kembali menghadapi akhir pekan yang sulit di MotoGP Aragon 2026. Selain kesulitan menemukan performa terbaik motor Desmosedici GP26, sikap dan gestur tubuh Bagnaia di garasi Ducati terlihat sangat resah.
Francesco Bagnaia mengawali MotoGP Aragon 2026 dengan hasil yang jauh dari harapan. Pembalap Ducati tersebut gagal mengamankan tiket langsung ke Q2 setelah hanya menempati posisi ke-13 dalam sesi practice di MotorLand Aragon, Jumat (28/8).
Kemudian ia berhasil memperbaiki keadaan dan menempati urutan ke-8 dalam sesi kualifikasi. Kendati demikian, ia kembali terpuruk dalam Sprint Race kembali turun ke luar 10 besar tepatnya di P11.
Situasi Bagnaia semakin terlihat kontras jika dibandingkan dengan rekan setimnya, Marc Marquez. Juara dunia MotoGP tujuh kali itu mampu tampil kompetitif sepanjang sesi dan berhasil memenangkan Sprint.
Namun bukan hanya kecepatannya yang menjadi sorotan. Pengamat MotoGP, Neil Hodgson juga memperhatikan bahasa tubuh Bagnaia ketika berada di garasi Ducati. Mantan pembalap MotoGP tersebut melihat Bagnaia tampak frustrasi karena belum mendapatkan sensasi yang diinginkannya dari motor Ducati GP26.
“Bahasa tubuh Pecco tidak bagus. Kalian bisa melihatnya duduk di kursinya. Kami sudah sering melihatnya dalam beberapa tahun terakhir,” kata Hodgson kepada TNT Sports.
“Namun, apa pun yang dia butuhkan, apa pun sensasi yang dia cari dari Desmosedici, dia tidak mendapatkannya. Dia tidak mendapatkan perasaan yang nyaman dari motor tersebut.”
Hodgson bahkan menilai jarak performa Bagnaia dengan Marquez sudah berada pada level yang sangat besar.
“Jika dilihat, dia 1,2 detik lebih lambat dari rekan setimnya. Dalam balapan, itu adalah keabadian,” ujarnya.
Masalah Bagnaia kemudian berlanjut hingga akhir sesi. Setelah practice berakhir, pembalap asal Italia itu terlihat langsung meninggalkan garasi Ducati tanpa berinteraksi dengan para mekaniknya.
Menurut Hodgson, pemandangan tersebut sangat jarang terjadi di MotoGP.
“Jarang sekali melihat ini. Benar-benar jarang melihat seorang pembalap masuk dan bahkan tidak menyapa siapa pun,” katanya.
Sylvain Guintoli juga melihat situasi tersebut sebagai tanda frustrasi Bagnaia yang belum menemukan solusi atas masalahnya.
“Ini sangat membuat frustrasi baginya karena mereka tidak bisa menemukan solusi. Selama satu setengah tahun terakhir, ada pasang surut, tetapi mereka belum menemukan perasaan yang dia cari,” ujar Guintoli.
Performa buruk di Aragon menjadi tantangan lain bagi Francesco Bagnaia setelah sebelumnya mengalami akhir pekan mengecewakan di MotoGP Inggris. Ducati kini harus bekerja keras agar sang juara dunia kembali menemukan kepercayaan dirinya di atas GP26.
Artikel Tag: ducati, francesco bagnaia, motogp aragon
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/terpuruk-di-gp-aragon-francesco-bagnaia-terlihat-resah-di-garasi-ducati
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini