Raul Fernandez Terlalu Sering Menang di Moto2 Hingga Terlena di MotoGP

Penulis: Abdi Ardiansyah
Rabu 22 Jul 2026, 16:33 WIB - 121 views
Raul Fernandez memenangkan Sprint Race MotoGP Belanda 2026

Raul Fernandez memenangkan Sprint Race MotoGP Belanda 2026

Ligaolahraga.com -

Berita MotoGP - Bos Trackhouse Racing, Davide Brivio, mengungkap alasan di balik awal karier Raul Fernandez yang kurang mulus di MotoGP. Menurutnya, kesuksesan luar biasa Fernandez di Moto2 justru membuat sang pembalap datang ke kelas utama dengan ekspektasi yang terlalu tinggi.

Raul Fernandez kini mulai menunjukkan kapasitasnya sebagai salah satu pembalap yang patut diperhitungkan di MotoGP. Namun, perjalanan menuju titik tersebut tidak berlangsung mudah. Bos Trackhouse Racing, Davide Brivio, menilai salah satu penyebabnya adalah kesuksesan besar Fernandez di Moto2 yang membentuk ekspektasi terlalu tinggi saat naik ke kelas premier.

Fernandez menjalani musim debut Moto2 yang luar biasa pada 2021. Sebagai rookie, ia meraih delapan kemenangan dan nyaris merebut gelar juara dunia sebelum kalah dari rekan setimnya di KTM Ajo, Remy Gardner. Penampilan impresif itu membuatnya langsung dipromosikan ke MotoGP pada musim berikutnya.

Namun realitas di kelas utama jauh berbeda. Fernandez kesulitan memenuhi ekspektasi dan performanya sempat stagnan dalam beberapa musim pertama. Bahkan, masa depannya di MotoGP sempat diragukan sebelum akhirnya mendapat kesempatan membela Trackhouse Racing.

Dalam wawancara bersama Motorsport.com edisi Italia, Brivio mengaku sempat berdiskusi secara terbuka dengan pembalap asal Spanyol tersebut ketika hasil yang diraih belum sesuai harapan.

"Jelas semua berawal dari bakat yang dia miliki karena sejak awal Raul memang sangat bertalenta. Namun memang ada masa ketika dia kurang konsisten. Tahun lalu kami memulai musim dengan sangat sulit. Bahkan untuk sekadar finis di posisi 15 besar pun tidak mudah," kata Brivio.

Ia mengungkapkan bahwa perubahan terbesar terjadi ketika tim mulai menetapkan target yang lebih realistis dibanding langsung mengejar hasil besar.

"Saat itu kami berbicara secara terbuka. Setelah itu kami mulai menetapkan target yang masuk akal. Mulai dari mengumpulkan poin, kemudian rutin finis di 10 besar, lalu berkembang sedikit demi sedikit. Dari situlah dia mulai menemukan performa terbaiknya."

Brivio bahkan berseloroh bahwa dominasi Fernandez di Moto2 justru menjadi bumerang ketika memasuki MotoGP.

"Saya pernah bercanda dengannya. Menurut saya dia terlalu sering menang pada musim pertamanya di Moto2. Sebagai rookie dia meraih delapan kemenangan dan hampir menjadi juara dunia. Mungkin itu membuat kepercayaan dirinya terlalu tinggi ketika masuk ke MotoGP."

Menurut Brivio, saat hasil buruk mulai datang, rasa percaya diri Fernandez ikut menurun. Namun kondisi itu perlahan berubah setelah ia mulai meraih hasil positif, termasuk kemenangan sensasional pada MotoGP Australia musim lalu.

"Kemenangan di Australia menjadi momen yang benar-benar mengubah segalanya. Setelah mulai meraih podium dan akhirnya menang, rasa percaya dirinya kembali tumbuh dan keraguan yang sempat muncul selama beberapa tahun terakhir perlahan menghilang," ujar Brivio.

Performa Raul Fernandez pada MotoGP 2026 pun menjadi bukti bahwa pendekatan bertahap yang diterapkan Trackhouse berhasil membantunya berkembang menjadi salah satu pembalap kompetitif di grid MotoGP.

Artikel Tag: davide brivio, raul fernandez

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/raul-fernandez-terlalu-sering-menang-di-moto2-hingga-terlena-di-motogp
121
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini