Meski Terpuruk, Ducati Akui Francesco Bagnaia Masih Terbaik dalam Hal Ini

Davide Tardozzi dan Francesco Bagnaia
Berita MotoGP - Francesco Bagnaia memang tengah mengalami periode sulit bersama Ducati. Namun dua petinggi Ducati, Davide Tardozzi dan Luigi Dall’Igna mengakui kemampuan pengereman pembalap Italia itu masih jadi yang terbaik.
Francesco Bagnaia akan meninggalkan Ducati pada akhir MotoGP 2026 untuk bergabung dengan Aprilia. Posisinya di tim pabrikan Ducati kemudian akan diisi Pedro Acosta mulai musim 2027.
Keputusan tersebut terjadi setelah performa Bagnaia mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Setelah menjadi juara dunia MotoGP pada 2022 dan 2023, pembalap Italia itu kesulitan mempertahankan konsistensinya, terutama sejak Marc Marquez bergabung dengan Ducati pada 2025.
Meski demikian, Ducati masih mengakui satu keunggulan Bagnaia yang sulit ditandingi pembalap lain, yakni kemampuannya dalam melakukan pengereman.
Direktur Ducati Corse, Luigi Dall’Igna, bahkan memilih Bagnaia ketika diminta menyusun pembalap ideal MotoGP berdasarkan kemampuan tertentu. Ia menilai teknik pengereman Bagnaia menjadi acuan bagi pembalap lain di Ducati.
“Saya pikir saya bisa mengatakan Pecco. Meskipun saya harus mengatakan bahwa banyak pembalap belakangan ini menirunya,” ujar Dall’Igna.
Menurutnya, para pembalap Ducati kerap mempelajari data telemetri Bagnaia untuk memahami teknik terbaik yang digunakannya saat mengerem.
“Dengan menganalisis data telemetri dari semua pembalap, mereka mencoba meniru fase terbaik dalam balapan masing-masing. Banyak yang sudah mendekatinya dalam beberapa tahun terakhir, tetapi Pecco mungkin adalah orang yang membuka jalan untuk teknik pengereman terbaik pada motor kami,” lanjut Dall’Igna.
Pernyataan tersebut sejalan dengan pandangan Davide Tardozzi. Manajer tim Ducati itu juga sebelumnya menyebut Bagnaia sebagai salah satu pembalap terbaik dalam pengereman.
Kemampuan tersebut selama ini memang menjadi salah satu kekuatan utama Bagnaia. Ia dikenal mampu mengerem sangat dalam ketika memasuki tikungan sambil tetap menjaga stabilitas motor.
Namun, keunggulan itu belum cukup untuk mengembalikan Francesco Bagnaia ke performa terbaiknya. Setelah dua gelar juara dunia, ia kini harus menghadapi tantangan baru sebelum pindah ke Aprilia pada 2027.
Sementara itu, Dall’Igna memilih Marc Marquez sebagai pembalap paling komplet di grid. Marquez juga dinilainya memiliki kemampuan terbaik dalam menghadapi media, sedangkan Jorge Martin mendapat pujian sebagai pembalap dengan kemampuan terbaik ketika mengubah arah motor.
Artikel Tag: ducati, gigi dall'igna, francesco bagnaia, davide tardozzi, motogp 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/meski-terpuruk-ducati-akui-francesco-bagnaia-masih-terbaik-dalam-hal-ini

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini