Marc Marquez Merasakan Beban dalam Perebutan Gelar di Motegi

Marc Marquez Merasakan Beban dalam Perebutan Gelar di Motegi
Marquez, yang berpeluang meraih gelar pertamanya sejak 2019 akhir pekan ini, memulai hari dengan kecelakaan saat latihan sebelum menenangkan diri dengan kualifikasi di baris terdepan.
Namun, meskipun memulai balapan dengan lima posisi di depan sang kakak, Alex, satu-satunya rivalnya yang tersisa dalam perebutan gelar juara, tensi persaingan gelar kembali terasa di Sprint.
"Saya merasakan beban ekstra. Saya tidak berkendara dengan mulus dan nyaman akhir pekan ini," ujar Marc Marquez kepada MotoGP.com. "Di lap pertama Sprint, saya merasakan beban itu lagi di pundak saya. Saya lebih kaku dari biasanya. Jadi, mari kita lihat apakah besok kami bisa memulai dengan lebih baik."
Marquez tertinggal di belakang Pedro Acosta dari KTM dan Joan Mir dari Honda di lap pembuka, lalu berulang kali melebar. Namun, begitu performa ban menurun di paruh kedua dari 12 putaran, ia menjadi yang tercepat di trek.
Pebalap #93 itu memanfaatkan perbedaan cengkeraman yang semakin besar untuk menyalip Mir dengan teknik block pass ala motocross, lalu menyalip Acosta untuk merebut posisi kedua.
“Hal tersulit dalam balapan Sprint adalah menyalip Joan Mir dan Pedro! Mereka mengerem sangat terlambat, sangat keras. Dengan Joan, setiap kali ia merasakan sesuatu [di samping], ia selalu melepas rem. Tapi kali ini, saya bilang, saya akan melepas rem sedikit lebih banyak!” kata Marquez.
Artikel Tag: Ducati, Marc Marquez, motogp jepang
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/marc-marquez-merasakan-beban-dalam-perebutan-gelar-di-motegi

















Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini