Dovizioso: Marc Marquez Tetap Bahaya Meski Rapornya di Mandalika Buruk

Andrea Dovizioso dan Marc Marquez
Berita MotoGP - Marc Marquez datang ke Mandalika dengan modal sapu bersih kemenangan di MotoGP Jepang 2026 dan hanya tertinggal dua poin dari Jorge Martin. Meski punya rekor buruk di MotoGP Indonesia, mantan rivalnya Andrea Dovizioso menilai Marquez masih sangat berbahaya.
Marc Marquez tiba di Mandalika dengan kepercayaan diri tinggi. Pembalap Ducati Lenovo berusia 33 tahun itu baru saja menyapu bersih MotoGP Jepang 2026 dengan 37 poin penuh usai menang Sprint dan balapan utama di Motegi.
Hasil tersebut memangkas jaraknya menjadi hanya dua poin dari pemuncak klasemen Jorge Martin yang kini mengoleksi 333 poin berbanding 331 poin milik Marquez.
Namun Mandalika tetap menjadi sirkuit angker. Sejak seri Indonesia kembali digelar pada 2022, Marquez belum pernah sekalipun finis di balapan utama. Total perolehan poin hari Minggu dari empat edisi sebelumnya adalah nol. Dua kali ia meninggalkan Lombok dengan cedera, termasuk tabrakan dengan Marco Bezzecchi pada 2025 yang membuatnya harus operasi bahu.
Di tengah keraguan publik, mantan jagoan Ducati Andrea Dovizioso justru melihat evolusi penting dalam cara balap Marquez.
Menurutnya, di usia yang tak lagi muda, Marquez kini jauh lebih pintar mengelola energi. Tidak lagi ngoyo sejak kualifikasi, tetapi sangat fokus menentukan kapan harus menyerang dan kapan harus bersabar.
"Kita berbicara tentang pembalap seperti Martin, seperti Bezzecchi, seperti Acosta. Mereka adalah pembalap yang sangat kuat. Tetapi, pada akhirnya, kita telah melihat dalam tiga Grand Prix terakhir bahwa hal itu memang terjadi, bahwa Marc Marquez langsung mengambil risiko di tikungan pertama atau kedua," kata Dovizioso dikutip dari Motosan.es.
"Menurut saya ada dua aspek. Pertama adalah seberapa besar fokusnya. Marc saat ini, saya pikir dia memiliki tujuan yang sangat penting dan dia tahu bagaimana mendorong dirinya hingga batas maksimal untuk mencapainya," jelasnya.
"Apa yang dia lakukan di beberapa balapan terakhir, di tikungan pertama, menentukan seluruh balapan. Bukan hanya insting. Dan yang kedua adalah keterampilan. Insting dan keterampilan," tandas Dovizioso.
Ia menambahkan, manuver agresif di awal balapan adalah senjata yang sulit ditiru.
"Pada saat itu, yang penting adalah mendorong sekuat tenaga sesaat setelahnya, mendapatkan setengah meter dalam serangan pengereman, yang kemudian dapat Anda latih. Dan di situlah insting dan keterampilan berperan," ujarnya.
Ciri khas lain adalah keberanian mengambil risiko besar.
"Manuver seagresif yang dilakukan Marc sangat mendekati batas dan Anda bisa melakukan kesalahan," kata Dovizioso. Justru di situlah Marquez membuat perbedaan.
Artikel Tag: marc marquez, andrea dovizioso, motogp indonesia, motogp 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/dovizioso-marc-marquez-tetap-bahaya-meski-rapornya-di-mandalika-buruk
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini