Casey Stoner Akui Butuh Banyak Keberuntungan untuk Sampai ke MotoGP

Penulis: Abdi Ardiansyah
Senin 12 Jan 2026, 17:19 WIB - 225 views
Casey Stoner saat debut bersama Honda di MotoGP 2006

Casey Stoner saat debut bersama Honda di MotoGP 2006

Ligaolahraga.com -

Berita MotoGP: Casey Stoner dikenal sebagai salah satu talenta paling murni dalam sejarah MotoGP, namun perjalanannya ke kelas utama tidak semulus yang dibayangkan. Ia mengakui bahwa keberuntungan dan keputusan besar sejak usia muda sangat menentukan debutnya di MotoGP bersama Honda.

Casey Stoner memiliki salah satu karier MotoGP paling singkat namun paling berpengaruh sepanjang sejarah. Hanya dalam tujuh musim di kelas utama, pebalap asal Australia itu sukses merebut dua gelar juara dunia bersama dua pabrikan berbeda, Honda dan Ducati, sebelum memutuskan pensiun secara mengejutkan pada usia 26 tahun.

Dikenal dengan gaya balap yang alami dan kemampuannya menaklukkan motor yang sulit dikendarai, Stoner kerap dianggap berada satu tingkat di atas pebalap lain pada masanya. Ia memulai dan menutup karier MotoGP bersama Honda, serta beruntung bisa meninggalkan olahraga ini tanpa harus bergulat dengan cedera berkepanjangan, sesuatu yang kini menjadi tantangan besar bagi generasi setelahnya.

Meski terlihat seperti perjalanan yang sempurna, Stoner mengungkap bahwa langkah awalnya menuju MotoGP pada 2006 sangat dipengaruhi oleh faktor keberuntungan.

“Banyak keberuntungan,” ujar Stoner dalam wawancara dengan MCNews.com.au. “Banyak arahan yang tepat dari ayah saya, serta bantuan dari orang-orang yang tepat. Saya pindah ke Inggris karena di Australia saya tidak diizinkan balapan sampai usia 16 tahun, sementara di Eropa bisa lebih muda.”

Keputusan pindah ke Eropa itu terbukti krusial. Menurut Stoner, jika ia bertahan di Australia dan mengikuti jalur normal, kemungkinan besar ia baru akan mencapai MotoGP di usia sekitar 22 tahun.

“Kami pikir itu akan memberi kami sedikit keuntungan awal. Saya rasa kami mengambil keputusan yang tepat dan akhirnya bisa naik ke kelas MotoGP tahun itu,” lanjutnya.

Debut Stoner bersama tim LCR Honda pada musim 2006 langsung menunjukkan potensinya. Dalam lima seri awal, ia tidak pernah finis di luar enam besar, termasuk finis kedua di MotoGP Turki yang menjadi hasil terbaiknya musim itu. Meski konsistensinya terganggu oleh beberapa kegagalan finis, Stoner tetap menutup musim debutnya di posisi kedelapan klasemen.

Segalanya berubah drastis pada 2007 ketika Ducati merekrutnya. Stoner tampil dominan dan merebut gelar juara dunia dengan keunggulan 125 poin, sekaligus menegaskan bahwa bakat alaminya memang istimewa.

Kini bertahun-tahun setelah pensiun, kisah Casey Stoner ini menjadi pengingat bahwa di balik kejayaan seorang juara dunia, terdapat kombinasi kerja keras, keputusan berani, dan keberuntungan yang tidak bisa diabaikan.

Artikel Tag: Casey Stoner, MotoGP 2006, Honda

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/casey-stoner-akui-butuh-banyak-keberuntungan-untuk-sampai-ke-motogp
225
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini