Brad Binder Ungkap Kelemahan Utama yang Buatnya Sulit Bersaing di MotoGP

Penulis: Abdi Ardiansyah
Jumat 09 Jan 2026, 22:26 WIB - 319 views
Brad Binder

Brad Binder

Ligaolahraga.com -

Berita MotoGP: Brad Binder secara terbuka mengakui satu kelemahan mendasar yang terus menghantui kariernya di MotoGP. Masalah tersebut bukan hal baru, namun dampaknya semakin terasa pada musim 2025.

Pebalap Brad Binder dikenal sebagai salah satu rider paling agresif dan konsisten saat balapan. Namun di balik reputasi tersebut, Binder menyimpan satu kelemahan yang menurutnya selalu menghambat langkahnya di kelas premier MotoGP, yaitu performa kualifikasi.

Binder merupakan juara dunia Moto3 2016 dan sempat dua kali finis tiga besar di Moto2 sebelum promosi ke MotoGP. Debutnya di kelas utama bahkan langsung mencuri perhatian setelah meraih kemenangan sensasional di Grand Prix Ceko pada penampilan ketiganya. Saat itu, banyak yang memprediksi karier Binder akan melesat jauh lebih cepat.

Namun realitas tidak selalu berjalan sesuai harapan. Menjelang musim 2026 yang kabarnya bisa menjadi musim terakhirnya bersama KTM, Binder justru merefleksikan kariernya dengan nada penyesalan.

Musim 2025 menjadi titik balik yang berat. Untuk pertama kalinya sejak musim debut, Binder gagal finis di sepuluh besar klasemen akhir. Ia tidak meraih satu pun podium, sementara rekan setimnya, Pedro Acosta, mampu mengoleksi 12 podium dan unggul telak dalam sesi kualifikasi.

Binder mengakui bahwa masalah tersebut bukan hal baru. Dalam wawancara dengan Crash.net, ia secara jujur menyebut kualifikasi sebagai titik lemahnya sejak lama.

“Saya memang tidak pernah menjadi pebalap yang hebat saat kualifikasi, itu sudah jelas,” ujar Binder.

“Namun tahun ini kondisinya lebih buruk dari sebelumnya. Setiap kali saya mencoba memaksakan diri untuk satu lap cepat, di situlah masalah terbesar saya muncul.”

Pebalap asal Afrika Selatan itu menjelaskan bahwa gaya balapnya justru lebih efektif saat berada dalam kondisi low grip dan ritme balapan panjang, bukan saat harus memaksimalkan performa satu lap.

“Saya harus menemukan cara untuk tetap cepat dengan gaya balap yang lebih halus. Masalahnya, dua hal itu sering bertentangan,” lanjutnya.

Pada musim lalu, Brad Binder tercatat 16 kali tersingkir di Q1, angka yang tergolong tinggi untuk pebalap berpengalaman. Statistik ini membuatnya kesulitan memulai balapan dari posisi ideal, sehingga peluang meraih hasil besar di hari Minggu semakin kecil.

Menghadapi musim 2026, KTM melakukan perubahan dengan memasangkan Binder bersama kepala kru baru, Phil Marron, mantan kru Toprak Razgatlioglu di World Superbike. Binder berharap perubahan ini bisa membantunya mengatasi kelemahan lama yang selama ini menjadi penghambat terbesar dalam karier MotoGP-nya.

Artikel Tag: Brad Binder, MotoGP 2026, ktm

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/brad-binder-ungkap-kelemahan-utama-yang-buatnya-sulit-bersaing-di-motogp
319
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini