Bos Yamaha Ungkap Alasan MotoGP Tak Boleh Jiplak Jejak F1 Demi Popularitas

Aksi tukar kendaraan Lewis Hamilton tunggangi Yamaha YZR-M1 dan Valentino Rossi menggunakan Formula 1 Mercedes-AMG F1 W08 di tahun 2019 silam.
Berita MotoGP - Masuknya Liberty Media sebagai pemilik baru MotoGP membawa harapan besar untuk meningkatkan popularitas ajang balap motor tersebut. Namun bos Yamaha, Paolo Pavesio mengingatkan agar upaya tersebut tidak membuat MotoGP kehilangan identitasnya demi mengejar kesuksesan Formula 1.
Popularitas Formula 1 dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu alasan munculnya optimisme terhadap masa depan MotoGP di bawah Liberty Media. Perusahaan asal Amerika Serikat itu sebelumnya berhasil membantu meningkatkan daya tarik F1 secara global, terutama melalui pendekatan hiburan dan konten digital.
Namun Paolo Pavesio meminta Liberty Media tidak sekadar meniru formula yang digunakan Formula 1.
Managing Director Yamaha Motor Racing itu menilai MotoGP sebenarnya sudah memiliki produk yang kuat. Menurutnya, yang perlu diperbaiki adalah cara olahraga tersebut dikemas dan diperkenalkan kepada calon penggemar baru.
"Saya pikir produknya sudah bekerja, ini adalah produk yang kuat, tetapi tentu saja bisa dilakukan dengan lebih baik," ujar bos Yamaha itu dalam wawancara dengan MOW.
Ia menilai perkembangan teknologi MotoGP yang semakin ekstrem justru berpotensi mengurangi variasi gaya balap para pembalap.
Pavesio kemudian mengusulkan agar motor MotoGP tidak dibuat terlalu kompleks sehingga pembalap memiliki lebih banyak ruang untuk menunjukkan kreativitas di lintasan.
"Mungkin motor yang sedikit kurang ekstrem, sedikit lebih sederhana, atau bahkan lebih menantang dalam beberapa hal akan memberi kami lebih banyak kreativitas," ujarnya.
Meski mendukung upaya memperluas basis penggemar, Pavesio memberikan satu pesan penting kepada Liberty Media.
"Olahraga ini harus tetap menjadi olahraga, dan saya akan sangat berhati-hati agar tidak terjebak dalam jebakan Drive to Survive," tegasnya.
"Kami perlu membuat penggemar dan penggemar sepeda motor merasa dipahami tanpa mengkhianati mereka. Pada saat yang sama, kami juga harus menemukan penggemar baru."
Liberty Media memang memiliki pengalaman dalam mengembangkan Formula 1 melalui berbagai pendekatan komersial dan hiburan. Salah satu produk yang paling dikenal adalah serial Netflix Drive to Survive, yang membantu memperkenalkan F1 kepada penonton baru.
MotoGP sendiri sebenarnya pernah mencoba pendekatan serupa melalui MotoGP Unlimited di Amazon Prime Video. Namun serial tersebut hanya bertahan satu musim sebelum dihentikan pada 2022.
Karena itu, Pavesio mengingatkan bahwa pertumbuhan MotoGP seharusnya tidak dilakukan dengan mengorbankan karakter asli olahraga tersebut. Menurutnya, tantangan Liberty Media adalah membuat MotoGP semakin mudah diakses tanpa mengubah sesuatu yang membuat olahraga ini menarik bagi penggemarnya.
Artikel Tag: motogp, formula 1, yamaha, liberty media
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/bos-yamaha-ungkap-alasan-motogp-tak-boleh-jiplak-jejak-f1-demi-popularitas

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini