Bos Ducati Sebut Sifat Ambisius Marc Marquez Jadi Pedang Bermata Dua

Bos Ducati, Gigi Dall'Igna dan Marc Marquez
Berita MotoGP - Luigi Dall'Igna menilai Marc Marquez mungkin bisa mengoleksi lebih banyak kemenangan dalam kariernya jika mampu mengelola ambisinya dengan lebih baik. General Manager Ducati Corse itu melihat sifat pantang menyerah Marquez sebagai kekuatan sekaligus kelemahan terbesar sang juara dunia.
Marc Marquez sudah mengukuhkan dirinya sebagai salah satu pembalap terbesar dalam sejarah MotoGP. Namun menurut Luigi Dall'Igna, karier pembalap Ducati Lenovo Team itu mungkin bisa lebih gemilang jika ia mampu mengendalikan satu sisi dari karakter agresifnya.
Dall'Igna merupakan salah satu sosok yang paling mendukung keputusan Ducati untuk merekrut Marquez. Kolaborasi tersebut langsung menghasilkan kesuksesan besar, termasuk gelar juara dunia MotoGP 2025 untuk Marquez.
Pada 2026, Marquez juga masih menunjukkan daya saingnya. Ia bahkan mencatat kemenangan ke-100 sepanjang kariernya di semua kelas pada GP Hungaria. Sebelumnya, ia juga mencetak kemenangan ke-10 di Sachsenring.
Meski demikian, Dall'Igna melihat ada sisi dari karakter Marquez yang terkadang justru merugikannya. Dalam wawancara dengan Moto.it, ia menilai kecenderungan Marquez untuk selalu memberikan segalanya bisa membuat sang pembalap mengambil risiko terlalu besar.
“Marc jelas seseorang yang memberikan segalanya. Banyak kecelakaan dalam kariernya terjadi karena hal tersebut. Namun, tujuannya adalah finis pertama. Apa pun motornya dan siapa pun lawannya, dia tetap ingin berada di depan,” ujar Dall'Igna.
“Karena itu, dia mengambil risiko dan seperti yang saya katakan sebelumnya, terkadang risiko tersebut kembali menghantuinya.”
Menurut Dall'Igna, karakter tersebut sebenarnya merupakan dua sisi mata uang. Sifat keras kepala dan ambisi besar menjadi alasan Marquez mampu mencapai level luar biasa, tetapi pada saat yang sama bisa menjadi kelemahannya.
“Bisa dikatakan hal yang sama berlaku untuk banyak pembalap. Menurut saya, beberapa pembalap yang sudah memenangkan banyak hal mungkin bisa meraih lebih banyak lagi jika mereka mampu mengelola diri dengan lebih baik dalam situasi tertentu,” katanya.
Komentar tersebut sejalan dengan pengakuan Marquez sendiri. Sebelumnya, pembalap asal Cervera itu pernah menyebut instingnya sebagai salah satu kelemahan yang masih harus diperbaiki.
Dalam beberapa kesempatan pada 2026, Marquez juga mulai menunjukkan pendekatan yang lebih berhati-hati. Saat Sprint MotoGP Inggris, misalnya, ia memilih tidak mengambil risiko ketika mengalami masalah pada ban belakang dan akhirnya mengamankan poin.
Bagi Ducati, kemampuan Marc Marquez menggabungkan agresivitas dengan pengendalian diri bisa menjadi faktor penting dalam upayanya kembali mengejar gelar MotoGP 2026.
Artikel Tag: marc marquez, ducati, motogp 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/bos-ducati-sebut-sifat-ambisius-marc-marquez-jadi-pedang-bermata-dua

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini