Ryan Fox Ungkap Filosofi Bermain Cepat Usai Menangi The Open

Ryan Fox
Berita Golf - Ryan Fox menjadi salah satu sorotan utama usai menjuarai The Open Championship 2026 di Royal Birkdale, Inggris. Selain meraih gelar major pertamanya, pegolf berusia 39 tahun itu juga mendapat pujian karena tetap mempertahankan tempo permainan yang cepat di tengah tekanan besar pada putaran final.
Momen yang paling mencolok terjadi di hole ke 18. Fox hanya membutuhkan sekitar 22 detik untuk mengeksekusi putt birdie dari jarak sekitar 12 kaki yang memastikan dirinya keluar sebagai juara. Keputusan cepat tersebut menarik perhatian banyak penggemar maupun sesama pegolf, mengingat isu lambatnya permainan masih menjadi perdebatan di dunia golf profesional.
Fox menjelaskan bahwa kecepatan bermain bukan sesuatu yang sengaja dibuat untuk menarik perhatian. Menurutnya, hal tersebut sudah menjadi kebiasaan sejak awal karier.
"Saya harus memilih kata kata dengan hati hati. Bukan berarti permainan ini sulit, tetapi bagi saya memilih pukulan dan stik tidak membutuhkan waktu lama. Saya langsung melihat pukulan yang ingin dimainkan, menentukan pilihan, lalu mengeksekusinya. Semakin lama saya berpikir, semakin banyak hal negatif yang muncul di kepala," ujar Fox.
Ia mengaku selalu mempertahankan rutinitas yang sama, bahkan ketika berada dalam situasi paling menentukan sepanjang kariernya.
"Semua proses di kepala saya berjalan cepat. Saya melihat pukulannya dengan cepat, mengambil keputusan dengan cepat, lalu menjalankan rutinitas yang juga cepat. Akan sangat mudah mengubah kebiasaan itu saat berpeluang memenangkan major, tetapi saya memilih tetap menjadi diri sendiri," katanya.
Fox mengungkapkan kebiasaan tersebut sudah terbentuk sejak masih kecil ketika mengikuti sang ayah bermain dalam berbagai turnamen amal dan kegiatan perusahaan.
Saat itu ia sering bermain bersama pegolf yang jauh lebih tua. Karena merasa hanya sebagai anak kecil yang ikut bermain, Fox berusaha tidak mengganggu ritme permainan mereka.
"Saya hanya ingin bermain secepat mungkin supaya tidak mengganggu siapa pun. Kebiasaan itu akhirnya terus terbawa sampai sekarang," ungkapnya.
Kecepatan bermain Fox juga diakui oleh caddie-nya, Dean Smith, yang telah mendampinginya di ratusan turnamen.
"Saya sudah mendampinginya di sekitar 250 turnamen dan kebiasaannya tidak pernah berubah. Orang melihat dia bermain sangat cepat, tetapi justru itu menghilangkan keraguan saat mengambil keputusan," kata Smith.
Fox juga menceritakan pengalaman menarik saat bermain bersama Scottie Scheffler di WM Phoenix Open. Menurutnya, pegolf nomor satu dunia itu sempat melontarkan komentar yang masih diingatnya hingga sekarang.
"Scottie berkata rasanya seperti hanya bermain berdua karena saya memukul bola terlalu cepat. Saya sendiri tidak tahu itu pujian atau candaan, tetapi memang seperti itulah cara saya bermain sejak dulu," ujar Fox sambil tertawa.
Gaya bermain cepat Ryan Fox kini dipandang sebagai contoh positif di tengah upaya berbagai organisasi golf untuk mempercepat tempo permainan di level profesional.
Artikel Tag: pga tour, the open championship, phoenix open, royal birkdale, the open, ryan fox, scottie scheffler
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/golf/ryan-fox-ungkap-filosofi-bermain-cepat-usai-menangi-the-open

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini