Nyaris Juara Major, Yealimi Noh Bangkit dari Musim Penuh Kekecewaan

Yealimi Noh
Berita Golf- Yealimi Noh pulang tanpa trofi dari AIG Women's Open 2026, namun penampilannya di Royal Lytham & St Annes justru menjadi salah satu kisah paling menyentuh sepanjang turnamen.
Pegolf berusia 25 tahun asal Amerika Serikat tersebut datang ke major terakhir musim ini dengan kondisi mental yang jauh dari ideal. Hasil buruk sepanjang musim membuatnya kehilangan kepercayaan diri. Bahkan sebelum tampil di Inggris, Noh mengaku sempat mempertanyakan motivasinya untuk terus bermain golf setelah gagal lolos cut di KPMG Women's PGA Championship dan Amundi Evian Championship.
Perlahan situasi mulai berubah ketika ia membuka turnamen dengan skor 67 atau empat di bawah par. Permainan konsisten pada dua putaran berikutnya membuat Noh memimpin klasemen dengan keunggulan tiga pukulan menjelang babak final.
Harapan meraih gelar major pertama pun semakin terbuka.
Pada putaran terakhir, Noh sempat memperbesar keunggulan menjadi lima pukulan setelah mencatat birdie di hole kedua. Namun tekanan kompetisi dan sulitnya karakter lapangan mulai mengubah jalannya pertandingan.
Serangkaian bogey di hole ketujuh, kedelapan, dan ke 12 membuat para pesaing kembali mendekat. Birdie di hole ke 13 sempat menghidupkan peluangnya, tetapi kesalahan di hole berikutnya membuat posisi puncak berpindah tangan.
Memasuki hole terakhir, Noh membutuhkan birdie untuk memaksakan playoff. Ia berhasil menempatkan bola sekitar enam meter dari lubang dan memiliki kesempatan menjaga asa.
Sayangnya, putt penentunya berhenti hanya beberapa sentimeter sebelum mencapai lubang. Bola yang nyaris masuk itu sekaligus mengakhiri peluangnya menjadi juara. Noh menutup turnamen di posisi ketiga, sementara Shiho Kuwaki akhirnya keluar sebagai juara setelah memenangkan playoff.
Meski kecewa, Yealimi Noh memilih melihat hasil tersebut sebagai awal baru dalam kariernya.
"Saya mendapatkan jauh lebih banyak dari yang saya bayangkan pekan ini. Memang terasa menyakitkan karena hanya terpaut satu pukulan, tetapi saya sangat bangga dengan permainan saya," ujar Noh.
Ia mengungkapkan beberapa pekan sebelumnya sempat kehilangan gairah bermain akibat rentetan hasil buruk. Namun pengalaman bersaing memperebutkan gelar major membuatnya kembali mengingat alasan mengapa ia mencintai olahraga tersebut.
"Saya kembali merasakan kenapa saya bermain golf. Berjalan menuju hole terakhir di depan ribuan penonton adalah pengalaman yang luar biasa. Saya sangat bersyukur bisa berada di posisi ini lagi," katanya.
Meski gagal mengangkat trofi, pencapaian di AIG Women's Open menjadi sinyal positif bagi Noh. Penampilan tersebut merupakan salah satu hasil terbaiknya di turnamen major dan membuktikan bahwa ia masih memiliki kualitas untuk bersaing dengan para pegolf elite dunia.
Dengan kepercayaan diri yang mulai kembali, Yealimi Noh diyakini memiliki modal penting untuk mengejar kemenangan besar pada musim musim berikutnya.
Artikel Tag: lpga, evian championship, golf wanita, kpmg womens pga championship, yealimi noh
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/golf/nyaris-juara-major-yealimi-noh-bangkit-dari-musim-penuh-kekecewaan

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini