Legenda F1 Ungkap Teorinya Soal Insiden Max Verstappen di Baku

Penulis: Abdi Ardiansyah
Kamis 10 Jun 2021, 16:40 WIB
Max Verstappen

Max Verstappen

Berita F1: Legenda F1, Mika Hakkinen, mengaku punya teori tersendiri soal pecahnya ban kiri mobil Max Verstappen di GP Azerbaijan sehingga ia terpaksa mundur dari balapan.

Insiden yang dialami Max Verstappen dan Lance Stroll membuat para penonton balapan khawatir. Pasalnya, mereka menabrak dinding sirkuit jalan raya Baku dalam kecepatan tinggi. Beruntung, tidak ada korban jiwa di sana, hanya saja mobil keduanya rusak berat.

Berdasarkan penyelidikan awal, Pirelli menjelaskan bahwa pecahnya ban kiri mobil yang dikemudikan Verstappen adalah akibat tertusuk sisa puing mobil Stroll yang tercecer usai kecelakaan di lap ke-31 GP Azerbaijan. Namun pebalap asal Belanda itu kurang puas dengan jawaban tersebut.

Sementara itu, Legenda F1, Mika Hakkinen punya pendapat lain tentang penyebab insiden tersebut. Menurutnya, tikungan yang membuat pebalap harus menarik gas penuh dan arahnya ke kanan sebelum masuk trek lurus, berdampak pada membesarnya beban pada ban kiri mobil.

“Saya merasa sedih untuk Max Verstappen. Dia melakukan balapan luar biasa dengan memulai dari posisi ketiga, lalu bannya meletus ketika akan membuka throttle penuh pada trek lurus,” ujar Hakkinen seperti yang dilansir dari Motorsport.com.

“Ada tikungan throttle penuh di mana Anda harus belok kanan sebelum mencapai lintasan lurus. Tikungan ini menempatkan beban besar pada ban kiri belakamg dan itu membuat ban bocor,” tambahnya.

Kendati punya teori tersendiri, pria asal Finlandia itu tak mau bicara lebih banyak lagi dan meminta agar semua pihak menunggu pengumuman investigasi Pirelli.

“Kita harus menunggu untuk Pirelli agar melakukan investigasi sebelum kami dapat menemukan jika ban meletus karena sebuah masalah atau karena melintasi trek,” tegas juara dunia pada 1998 dan 1999 itu.

“Apa pun itu, sungguh situasinya mengkhawatirkan untuk F1. Saya pernah mengalami ban kempis sebelumnya dan itu bukan pengalaman menyenangkan. Itu terjadi serta merta dan mereka sangat intens. Pada kecepatan 300 km/jam, Anda tiba-tiba jadi penumpang di mobil,” jelasnya.

Hakkinen pun mengisahkan beberapa pengalaman kurang menyenangkan yang berhubungan dengan ban bocor selama ia masih aktif membalap.

“Pada 1995, GP Australia, saya mengalami ban bocor dan itu membuat saya dilarikan ke rumah sakit. Lalu, pada 1999, saya juga mengalami ban kempis di Jerman saat menarik gas penuh,” ia mengenang.

“Kemudian, Anda merasa mobil berada di bawah Anda, Anda mencoba mengendalikan mobil, tapi tidak ada bisa dilakukan pada kecepatan tinggi,” lanjutnya.

“Yang mengkhawatirkan dalam kasus Max adalah itu insiden kedua yang terjadi pada hari tersebut. Lance Stroll juga sama. Faktanya kedua insiden terjadi pada kecepatan sama dan pada waktu sama, menunjukkan bahwa FIA dan Pirelli perlu bekerja sama untuk memahami apa yang terjadi,” tutur Hakkinen.

“Kedua pebalap sedang sendiri dan tidak ada kendaraan lain bersama mereka. Mereka beruntung membentur dinding dengan hidung (mobil). Kecelakaan seperti ini di trek lain bisa berakhir menjadi bencana,” ia mengakhiri.

Artikel Tag: Max Verstappen, F1 2021, GP Azerbaijan, Mika Hakkinen

337  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini