Hamilton Ungkap Peran ‘Dead Arm’ dalam Perjalanan F1-nya

Hamilton Ungkap Peran ‘Dead Arm’ dalam Perjalanan F1-nya - sumber: (racingnews365)
Berita F1: Lewis Hamilton baru-baru ini merenungkan keberhasilan Arsenal yang berhasil meraih gelar juara Liga Premier untuk pertama kalinya dalam lebih dari dua dekade. Ia mengungkapkan bagaimana pengalaman masa kecilnya, termasuk kejadian lucu dengan saudara perempuannya, mempengaruhi kecintaannya terhadap tim asal London Utara tersebut dan memberikan inspirasi dalam kariernya.
Pada pertandingan kedua terakhir musim ini, hasil imbang Manchester City melawan Bournemouth memastikan tim yang dipimpin Mikel Arteta ini meraih gelar juara, pertama kali sejak era Invincibles tahun 2003-04. Meski Arsenal masih harus menghadapi Paris Saint-Germain (PSG) di final Liga Champions di Budapest, Hamilton tidak menyembunyikan kegembiraannya atas pencapaian tim musim ini.
"Saya sangat emosional, seperti kebanyakan orang," ungkap juara dunia F1 tujuh kali tersebut kepada media, termasuk RacingNews365. Hamilton mengenang masa kecilnya saat bermain sepak bola di Stevenage, dan menjadi satu-satunya anak kulit hitam di daerah tersebut. Dalam usahanya untuk menyesuaikan diri, ia harus memilih tim untuk didukung, sementara teman-temannya mendukung tim-tim seperti West Ham, Tottenham, dan Manchester United.
Dead arm to lifelong support
Pembalap berusia 41 tahun ini menceritakan bagaimana saudara perempuannya memengaruhinya untuk mendukung Arsenal. "Ketika saya berusia empat atau lima tahun, saya sering berpindah-pindah mendukung berbagai tim tergantung dengan siapa saya bermain," jelas pembalap Ferrari tersebut. Suatu hari, saudara perempuannya menanyakan tim mana yang didukungnya dan memberikan pukulan ringan di lengannya, sambil berkata, "Kamu harus mendukung Arsenal."
Mengenang perjalanan panjang dua dekade yang hanya membuahkan empat Piala FA dan tiga Community Shield tanpa gelar liga, Hamilton menambahkan, "Kita telah melewati banyak momen yang nyaris, dan akhirnya mendapatkannya sungguh luar biasa." Ia merasa sangat bahagia dan bangga dengan tim yang mampu memberikan tekanan pada City setelah mengalahkan Burnley yang sudah terdegradasi.
Applying lessons from further afield to F1
Sebagai pemenang 105 kali grand prix, Hamilton juga berbagi harapannya untuk diberi waktu yang sama di Ferrari seperti yang diberikan kepada Arteta di Arsenal. Meskipun banyak yang menyarankan agar ia meninggalkan F1, Hamilton menunjukkan bagaimana ia mengambil inspirasi dari tim dan pemimpin lain, seperti Arsenal dan Arteta, untuk meningkatkan kinerjanya dalam dunia motorsport.
"Saya selalu mencari pemimpin lain yang melakukan hal-hal hebat dan bagaimana mereka bekerja dengan tim," tambah pembalap asal Inggris tersebut. Hamilton menekankan pentingnya kerjasama tim dan bagaimana ia terus berusaha menjadi rekan kerja dan teman setim yang lebih baik. "Kerjasama tim benar-benar membuat impian menjadi kenyataan," ujarnya.
Walaupun ada tantangan yang harus dihadapi, Hamilton merasa dirinya dan Ferrari berada dalam posisi yang kuat. "Saya merasa kami berada di tempat yang sangat baik. Saya senang dengan tim saya." Dengan semangat positif, ia siap menghadapi tantangan berikutnya dalam karier balapnya.
Artikel Tag: arsenal, lewis hamilton
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/f1/hamilton-ungkap-peran-dead-arm-dalam-perjalanan-f1-nya
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini