Giovanna Amati, Pembalap F1 Wanita Terakhir yang Kini Terjun ke Dunia Media

Akankah ada pembalap penerus Giovanna Amati di kemudian hari?]
Mungkin apabila berbicara mengenai Lewis Hamilton, Fernando Alonso atau juga pembalap Formula One (F1) pria lainnya, menjadi satu hal yang biasa. Akan tetapi bagaimana dengan pembalap F1 wanita?
Walaupun tidak sebanyak pria, para kaum Hawa juga memiliki wakil-wakilnya untuk berlaga di ajang balap F1, seperti contohnya Maria Teresa de Filippis yang pernah membela tim Maserati dan Behra-Porsche di tahun 1958-1959 dan berlaga sebanyak 5, Lella Lombardi yang berlaga sebanyak 17 kali dengan membela beberapa tim berbeda, March, RAM dan Williams sampai dengan pembalap F1 terakhir yang pernah ada, yaitu Giovanna Amati dari Italia yang membela tim Brabham.
Amati sendiri dalam membela tim Brabham di tahun 1992, hanya tercatat 3 kali turun di ajang resmi F1. Di akhir masanya di F1, Amati tidak lulus dalam kualifikasi yang membuatnya harus memutuskan untuk keluar dari ajang balap bergengsi tersebut dan meneruskan hobinya di ajang sportscar.
Selama berlaga di F1, pembalap kelahiran 20 Juli 1962 tersebut belaum pernah meraih kemenangan atau juga berdiri di podium juara. Pertandingan pertamanya adalah di Grand Priz Afrika Selatan tahun 1992 dan ajang belap terakhirnya adalah berlaga di Grand Prix Brasil di tahun yang sama.
Dikarenakan sudah tidak aktif lagi di dunia balap, di tahun 2000-an, Amati sekarang lebih banyak berkecimpung dalam beberapa media di Italia sebagai penulis kolom motorsport dan juga menjadi komentator di TV-TV negara yang terkenal dengan Menara Pissa-nya itu.
Sejak mundurnya Amati dari ajang balap F1 di tahun 1992, sampai sekarang ini belum ada pembalap wanita khusus untuk F1. Dikarenakan hal tersebut, bos F1, Bernie Ecclestone memandang perlu diadakannya perlombaan balap F1 khusus untuk wanita (lagi).
Sayangnya, ide dari Ecclestone ini menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Contohnya saja dari Susie Wolff yang berperan sebagai test driver tim Williams sekaligus istri dari bos Mercedes, Toto Wolff ini mengatakan bahwa ide dari Ecclestone itu tidak tepat kalau hanya berpandangan agar ajang F1 lebih segar dengan mengikutsertakan kaum Hawa di dalamnya.
Berbeda dengan pendapat Wolff, Simona de Silvestro sebagai seorang pembalap wanita terkemuka dari Swiss memandang ide dari Ecclestone adalah langkah yang bagus dan harus tercipta. Menurut Silvestro dengan mengadakan ajang balap khusus wanita, maka dapat membuktikan bahwa tidak hanya pria saja yang dapat berlaga di ajang balap, namun wanita juga dapat melakukannya.
Dikarenakan masih memunculkan pro dan kontra, maka pengurus Federasi Balap Internasional (FIA), Michele Mouton akan mempertimbangkan masak-masak terkait ide Ecclestone tersebut. Apabila disetujui dan tercipta, maka bukan menjadi satu hal yang tidak mungkin bahwa generasi penerus Amati akan terlahir kembali.



















Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini