Wildansyah Sebut PSSI Terlambat Dalam Membuat Keputusan

Penulis: Dayat Huri
Rabu 10 Feb 2021, 19:30 WIB
Pemain bertahan Borneo FC, Wildansyah

Pemain bertahan Borneo FC, Wildansyah/foto dok Borneo FC

Berita Liga 1 Indonesia: Pemain bertahan Borneo FC, Wildansyah menyebut bahwasannya induk organisasi sepak bola tanah air, PSSI terlambat dalam mengambil keputusan pembatalan Liga 1 dan Liga 2 Indonesia musim 2020. Apalagi sampai kini belum ada kepastian terkait kompetisi musim 2021.

Menurut Wildansyah, PSSI seharusnya tidak membiarkan klub dan pemain menunggu tanpa ada kepastian sampai 10 bulan. Keputusan pembatalan kompetisi musim 2020 juga tidak mengakhiri penantian panjang insan sepak bola tanah air karena belum ada ketetapan terkait kompetisi untuk musim 2021.

"Tanggapannya kalau menurut saya, memang telat. Karena tidak ada kepastian sama sekali," ujar Wildansyah seperti dilansir laman resmi Borneo FC.

Meskipun begitu, Wildansyah sudah menganggap musim 2020 telah berlalu dan menjadi kenangan. Ia mengaku siap bangkit untuk menatap musim 2021 bersama dengan skuat Pesut Etam.

Dia berharap agar kompetisi musim ini bisa berjalan lebih lancar agar euforia sepak bola di Indonesia bisa kembali hidup setelah hampir setahun tak ada aktifitas sama sekali.

"Semoga di tahun 2021 ini, Liga kembali digelar. Harapannya bisa berjalan lancar dan izin dari kepolisian harus pasti. Setiap pertandingan harus sesuai dengan menjaga dan melaksanakan protokol kesehatan," ucapnya.

Harapan mantan pemain Persib Bandung untuk kembali bersaing di lapangan hijau sepertinya masih harus berlangsung lama karena sampai kini, PSSI dan PT. LIB (Liga Indonesia Baru) belum menetapkan jadwal kembali diputarnya kompetisi sepak bola tanah air.

Izin dari pihak kepolisian yang belum menjadi salah satu kendala yang harus segera dituntaskan untuk kembali memutar Liga 1 dan Liga 2 Indonesia untuk musim 2021.

Artikel Tag: Wildansyah, Borneo FC, Liga 1

492  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini