VAR Ikonik Jadi Pengingat Momen Saat AC Milan Kalahkan Lazio 1-0

AC Milan vs Lazio
Berita Liga Italia: AC Milan hadapi Lazio di Stadio Olimpico setelah memenangkan pertemuan pertama melalui gol tunggal di San Siro yang menghadirkan momen VAR ikonik.
Pertemuan kedua tim musim ini selalu berakhir dengan skor 1-0, masing-masing untuk keunggulan rossoneri di liga dan keunggulan Biancocelesti pada babak 16 besar ajang kompetisi Coppa Italia.
Momen dramatis terjadi pada pertemuan liga sebelumnya ketika kubu Lazio menuntut hadiah penalti akibat dugaan pelanggaran handball yang dilakukan oleh bek AC Milan, Strahinja Pavlovic di menit-menit akhir pertandingan tersebut.
Wasit Giuseppe Collu diminta untuk meninjau layar monitor VAR oleh petugas di lapangan. Namun, sebelum melakukannya, dia terlebih dahulu memberikan kartu merah kepada pelatih Massimiliano Allegri akibat protes yang dilontarkan.
Setelah meninjau rekaman tersebut dalam waktu yang cukup lama, wasit kemudian kembali ke lapangan hijau. Dia tampak akan memberikan penalti kepada Lazio berdasarkan kata-kata awal yang diucapkan di lapangan.
"Setelah peninjauan kembali, pemain dengan nomor punggung 31 memiliki lengan yang terentang menjauh dari tubuhnya," ujar wasit tersebut yang sempat membuat para pemain lawan mulai merayakan keputusan yang dianggap menguntungkan.
Namun, kejutan terjadi ketika wasit melanjutkan kalimatnya dengan kata-kata yang menjadi sangat ikonik. "Tetapi pertama-tama (ma prima), dia menerima pelanggaran terlebih dahulu dari pemain dengan nomor punggung 77, Adam Marusic."
Keputusan tersebut secara otomatis membatalkan potensi penalti bagi Lazio dan memicu perdebatan panjang. Meski keputusan akhirnya dinilai tepat, cara wasit dalam menyampaikan proses tersebut dianggap sangat tidak biasa bagi penonton.
Artikel Tag: lazio, serie a, ac milan
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/var-ikonik-jadi-pengingat-momen-saat-ac-milan-kalahkan-lazio-1-0
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini