Ultras Union Berlin Ungkap Kekejaman Polisi Madrid Saat Tangani Bentrokan

Penulis: Febrian Kusuma
Senin 25 Sep 2023, 11:00 WIB - 1680 views
Union Berlin

Suporter Union Berlin Dijaga Polisi Madrid (Sumber: Diego Radams, dpa)

Ligaolahraga.com -

Berita Liga Champions: Para pendukung Union Berlin melakukan perjalanan lebih dari dua ribu km untuk mendukung tim kesayangannya yang menjalani laga perdana di Liga Champions Eropa dengan melawan Real Madrid di Santiago Bernabeu, Rabu (20/09) dini hari WIB. Namun, jelang kick off mereka terlibat bentrokan dengan suporter tim tuan rumah.

Belum diketahui secara pasti penyebab dari bentrokan tersebut. Namun, yang pasti insiden tersebut melibatkan ratusan orang di area luar Santiago Bernabeu.

Beberapa hari setelah laga tersebut usai, 'The Hammerheads,' sebuah kelompok ultras Union Berlin kemudian mengungkapkan kekejaman polisi Spanyol saat melerai bentrokan antar suporter. Dalam unggahannya mereka menyebut polisi Spanyol menggunakan semprotan lada, peluru karet, dan tongkat pentungan untuk membubarkan masa.

“Bukan hanya untuk mengancam, namun mereka menggunakan tongkat pentungan setinggi kepala di tengah kerumunan suporter. Dalam seluruh upaya yang dilakukan, terdapat penggunaan semprotan lada yang sangat mengiritasi tanpa hasil yang mengejutkan. Tujuan mereka jelas, hanya untuk melumpuhkan sebanyak mungkin orang. Polisi kemudian menunjukkan kekuatan mereka yang sebenarnya dengan mengarahkan senapan berisi peluru karet ke barisan depan mereka,” tulis pernyataan yang diunggah oleh The Hammerheads.

Selain mendapat perlakuan buruk dari polisi, suporter sejati Union juga harus pulang dengan perasaan kecewa setelah perjuangan tanpa henti tim kebanggaannya harus berakhir dengan kekalahan tipis 1-0 dari Real Madrid melalui gol Jude Bellingham di masa injury time babak yang pertama.

Artikel Tag: union berlin, Real Madrid

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/ultras-union-berlin-ungkap-kekejaman-polisi-madrid-saat-tangani-bentrokan
1680
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini