UEFA Siap Batalkan Boikot FIFA di Tengah Tekanan ke Gianni Infantino

UEFA disebut segera mencabut ancaman boikot terhadap FIFA. (Foto: Harry Murphy - UEFA/UEFA via Getty Images)
Berita Sepak Bola: UEFA diperkirakan segera mencabut ancaman boikot terhadap turnamen FIFA setelah menerima jaminan bahwa rencana penjualan sebagian kepemilikan komersial Piala Dunia dan kompetisi besar lainnya tidak akan dihidupkan kembali. Informasi tersebut disampaikan sumber yang mengetahui pembicaraan kepada Reuters pada Rabu (26/8), ketika tekanan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino justru semakin meningkat.
Keputusan UEFA tersebut muncul bersamaan dengan langkah Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) yang menarik dukungan terhadap pencalonan Gianni Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA pada Maret tahun depan. Italia menjadi federasi nasional terbaru yang mengambil jarak dari Infantino, setelah sebelumnya sejumlah pihak di Eropa menyuarakan keberatan terhadap arah kepemimpinan FIFA dalam beberapa waktu terakhir.
Presiden European Leagues Claudius Schaefer bahkan mengatakan kepada The Athletic bahwa Infantino tidak memiliki masa depan di FIFA. Ia juga menyerukan reformasi terhadap organisasi sepak bola dunia tersebut, terutama terkait tata kelola dan cara keputusan penting mengenai kompetisi internasional dibuat tanpa konsultasi yang dianggap memadai dengan para pemangku kepentingan.
Situasi ini berawal dari proposal FIFA yang akhirnya ditarik pada Juli lalu. Rencana tersebut memicu penolakan dari 55 asosiasi anggota UEFA setelah rincian mengenai rencana komersialisasi kompetisi FIFA muncul. UEFA kemudian menyepakati langkah boikot terhadap turnamen FIFA sebagai bentuk tekanan agar proposal tersebut dibatalkan dan tidak kembali diajukan pada masa mendatang.
Ancaman boikot kini menjadi semakin relevan karena sejumlah tim Eropa sedang mempersiapkan diri untuk tampil di Piala Dunia Wanita U-20 di Polandia. Turnamen tersebut dijadwalkan dimulai pada 5 September, sehingga UEFA perlu segera menentukan sikap agar para pemain muda tidak menjadi pihak yang paling dirugikan akibat konflik antara badan sepak bola Eropa dan FIFA.
Para pejabat UEFA diperkirakan akan menyampaikan kepada komite eksekutif serta sebagian besar presiden asosiasi anggotanya dalam pertemuan di Monaco pada Kamis bahwa syarat untuk mencabut ancaman boikot telah terpenuhi. UEFA sebelumnya menuntut penarikan proposal dan jaminan bahwa rencana serupa tidak akan kembali dikejar FIFA.
"Ini bukan kekalahan UEFA, melainkan kenyataan bahwa kami ingin menghindari kerugian terhadap kesempatan sekali seumur hidup bagi para pemain muda. Tindakan dan desakan untuk perubahan akan terus berlanjut," kata sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut kepada Reuters.
FIGC kemudian secara resmi mengumumkan pencabutan dukungannya terhadap pencalonan Infantino. Federasi Italia menyatakan keputusan tersebut dimaksudkan untuk menyampaikan sikap secara jelas dan transparan mengenai sejumlah inisiatif terbaru yang dilakukan Presiden FIFA terkait tata kelola serta perkembangan kompetisi internasional.
"Keputusan ini dimaksudkan untuk menyatakan secara jelas dan transparan posisi FIGC, dengan kesepakatan penuh bersama UEFA dan presidennya Aleksander Ceferin, mengenai inisiatif terbaru yang dipromosikan Presiden FIFA terkait tata kelola dan perkembangan kompetisi internasional," demikian pernyataan FIGC.
Tekanan terhadap Infantino kini datang dari berbagai arah. Tiga konfederasi, yakni UEFA, AFC, dan CONCACAF, disebut telah menekan Presiden FIFA tersebut untuk mengundurkan diri. Ketiga organisasi regional itu juga telah membahas kemungkinan menggelar pemungutan suara tidak percaya terhadap Infantino menjelang pemilihan presiden tahun depan.
Infantino sendiri berencana mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat dan kemungkinan menghadapi oposisi yang lebih kuat. Meski demikian, ia masih memiliki dukungan dari konfederasi Afrika dan Amerika Selatan. Presiden FIFA juga dilaporkan berusaha mengurangi pengaruh konfederasi dengan membangun hubungan langsung dengan asosiasi anggota individual.
Dengan UEFA kini bersiap mencabut ancaman boikot, konflik tersebut belum sepenuhnya berakhir. Jaminan mengenai rencana komersial FIFA memang dapat meredakan satu persoalan utama, tetapi penolakan terhadap gaya kepemimpinan Infantino dan tuntutan reformasi tata kelola menunjukkan bahwa perselisihan di tubuh sepak bola dunia masih akan berlanjut.
Artikel Tag: uefa, fifa, gianni infantino
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/uefa-siap-batalkan-boikot-fifa-di-tengah-tekanan-ke-gianni-infantino
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini