Tragedi Benturan Maut, Jesus Owono Jalani Masa Terkelam

Jesus Owono mengaku sangat terpukul usai benturan hebat di lapangan hijau merenggut nyawa striker Tenerife, Jesus de Miguel. (Foto: Walter Cunha/NurPhoto via Getty Images)
Berita Liga Spanyol: Penjaga gawang FC Andorra, Jesus Owono, mengungkapkan bahwa dirinya tengah melewati hari-hari paling kelam sepanjang hidupnya setelah insiden benturan maut yang menewaskan penyerang Tenerife, Jesus de Miguel. Tragedi memilukan tersebut terjadi saat kedua tim bertanding pada kompetisi kasta kedua Spanyol pada Senin (2/11) lalu.
Penyerang berkebangsaan Spanyol berusia 30 tahun tersebut mengembuskan napas terakhir pada Selasa akibat cedera parah yang dideritanya. Momen nahas terjadi saat Owono, yang merupakan kiper tim nasional Guinea Khatulistiwa, keluar jauh dari sarangnya ke area tengah lapangan untuk menyapu bola udara hingga bertabrakan keras dengan De Miguel.
Pihak klub FC Andorra merilis pernyataan resmi dari penjaga gawang berusia 25 tahun tersebut yang mengungkapkan rasa duka mendalam dan rasa terpukul yang teramat berat atas kepergian sang kolega.
"Ini adalah hari-hari terberat dalam hidup saya. Saya kesulitan menemukan kata-kata dan sangat sulit bagi saya untuk memproses apa pun yang telah terjadi. Saya merasakan kepedihan yang luar biasa atas kehilangan Jesus. Saya memikirkan dia, keluarganya, dan semua orang yang mencintainya," kata Owono melalui pernyataan resmi klub.
Penjaga gawang tersebut menegaskan siap menghadapi segala proses hukum yang berjalan, di mana kepolisian Spanyol kini telah membuka penyelidikan resmi di bawah pengawasan yudisial atas insiden mengerikan tersebut.
"Saya tahu akan ada banyak hal yang harus dihadapi, dan saya akan menghadapi apa pun yang datang dengan rasa hormat tertinggi. Namun saat ini, sejujurnya, saya tidak bisa memikirkan apa pun selain Jesus dan rasa sakit yang kami alami. Istirahatlah dalam damai, Jesus," lanjut Owono.
Dukungan moral mengalir deras untuk Owono yang absen dari sesi latihan tim akibat dampak psikologis yang dialaminya. Presiden Federasi Sepak Bola Guinea Khatulistiwa, Venancio Tomas Micha, melayangkan surat belasungkawa dan menegaskan dukungan penuh secara manusiawi maupun profesional bagi sang penjaga gawang yang terlibat dalam tragedi involuntari tersebut.
Rekan setim Jesus Owono di FC Andorra, Lautaro Spatz, turut pasang badan membela sang penjaga gawang melalui unggahan di media sosial Instagram. Spatz menegaskan bahwa Owono merupakan pribadi yang baik dan sama sekali tidak memiliki niat untuk mencederai lawan di atas lapangan.
Akibat tragedi ini, Federasi Sepak Bola Spanyol resmi menunda laga akhir pekan yang melibatkan Tenerife dan FC Andorra, serta menunda seluruh pertandingan Copa del Rey. Badan sepak bola Eropa, UEFA, juga memberlakukan pengheningan cipta selama satu menit sebelum dimulainya laga-laga Liga Champions pekan ini demi menghormati mendiang Jesus de Miguel.
Artikel Tag: tenerife, fc andorra
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/tragedi-benturan-maut-jesus-owono-jalani-masa-terkelam
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini