Tim Cahill Sebut Everton Telah Kehilangan Identitasnya

Penulis:
Senin
Tim Cahill Sebut Everton Telah Kehilangan Identitasnya

Sam Allardyce, sumber: getty

Berita Liga Inggris: Mantan gelandang yang juga legenda Everton, Tim Cahill, melontarkan kritik pedas untuk mantan klubnya tersebut. Kritik tersebut dilontarkan setelah suporter The Toffees berbalik tidak lagi mendukung manajer Sam Allardyce pada laga kontra Swansea.

Cahill meyakini bahwa mantan klubnya tersebut terlihat "bingung" dan telah kehilangan "identitas" mereka sebagai sebuah klub. Kritik pedas Cahill tersebut dilontarkan setelah para fans The Toffees menyanyikan "Kami sampah dan kami cuman nol" di jeda turun minum, sebelum kemudian terdengar menyanyikan "pergi saja Sam Allardyce" ketika sang manajer menggantikan pemain sayap Yannick Bolasie dengan pemain bertahan, Ramiro Funes Mori. 

"Itu membingungkan dan saya pikir (para fans) juga kebingungan," ujar Cahill, yang tercatat telah membela The Toffees di hampir 300 pertandingan dalam kurun waktu 8 tahun, sejak 2004 hingga 2012.

"Saya merasa bahwa kami telah kehilangan identitas sebagai sebuah klub. Saya merasa tidak ada hal yang benar-benar kita bangun saat ini. Lupakan saja ketika saya masih di sana atau beberapa pemain sebelumnya, tapi dulu kami adalah sebuah grup yang memiliki fondasi yang terus dikembangkan."

"Kami melihat rencana jangka panjang mengenai bagaimana kami dapat berevolusi sebagai sebuah klub sepakbola. Sekarang kami terlihat hanya mendatangkan pemain dan tidak ada chemistry disana."

Di awal musim, suasana positif sangat terasa di Goodison Park. Setelah pemilik klub, Farhad Moshiri menyuntikkan dana besar ke dalam klub. Akan tetapi mantan manajer, Ronald Koeman terpaksa dipecat di bulan Oktober tahun lalu. Dan walaupun Allardyce berhasil menyelamatkan The Toffees dari jurang degradasi, gaya permainan yang berbeda dari mantan manajer timnas Inggris tersebut menjadi sasaran kritik tajam para suporter. 

Artikel Tag: Everton, Tim Cahill, Liga Inggris

103