Tak Bersinar di Lapangan, Rafael Struick Naikkan Pamor Liga Indonesia

Penulis: Abdi Ardiansyah
Senin 02 Feb 2026, 23:16 WIB - 152 views
Rafael Struick

Rafael Struick striker Dewa United

Ligaolahraga.com -

Berita Liga Indonesia: Rafael Struick mungkin belum tampil optimal di Liga Indonesia, namun keputusannya pulang ke Liga Indonesia justru memberi dampak besar bagi perkembangan kompetisi domestik.

Kiprah Rafael Struick bersama Dewa United di Liga Indonesia sejauh ini belum berjalan sesuai ekspektasi. Meski berstatus sebagai pemain Timnas Indonesia, penyerang berusia 22 tahun tersebut belum mendapatkan menit bermain yang konsisten sejak memutuskan hijrah ke kompetisi domestik pada awal musim.

Berdasarkan data statistik, Struick baru tampil dalam 10 dari total 19 pertandingan liga yang dijalani Dewa United. Total menit bermainnya pun masih terbatas, hanya sekitar 325 menit. Di pentas AFC Challenge League, situasinya tak jauh berbeda. Dari tiga penampilan, ia hanya mencatatkan total 67 menit bermain, sebuah angka yang menunjukkan minimnya kepercayaan pelatih untuk menurunkannya sejak awal laga.

Secara performa, kondisi ini membuat nama Struick terkesan meredup. Namun, menilai kontribusinya hanya dari statistik lapangan akan terasa kurang adil. Ada peran lain yang jauh lebih besar dan berdampak panjang bagi sepak bola Indonesia.

Keputusan Struick untuk kembali bermain di Liga Indonesia menjadi titik balik penting. Saat itu, banyak pemain diaspora dan naturalisasi masih memandang kompetisi domestik dengan ragu. Langkah Struick menerima pinangan Dewa United secara tidak langsung mematahkan stigma bahwa Liga Indonesia bukan destinasi yang layak bagi pemain Timnas yang pernah berkarier di luar negeri.

Nama besar Struick menjadi simbol. Ia membuka pintu dan memberi contoh nyata bahwa bermain di liga domestik bukanlah kemunduran karier. Efek domino pun mulai terasa. Setelah kepindahannya, semakin banyak pemain keturunan yang mulai terbuka untuk berkarier di tanah air.

Fenomena ini terlihat dari keputusan beberapa pemain naturalisasi lain yang akhirnya mengikuti jejak serupa. Thom Haye dan Eliano Reijnders memilih bergabung dengan klub Liga Indonesia, meski masih memiliki peluang bertahan di Eropa. Bahkan, nama-nama seperti Ivar Jenner dan Shayne Pattynama kini santer dikaitkan dengan klub-klub domestik.

Kehadiran para pemain ini jelas berdampak positif bagi kualitas liga. Intensitas persaingan meningkat, standar profesionalisme ikut terdorong, dan daya tarik Liga Indonesia perlahan terangkat di mata publik regional.

Karena itu, meski Rafael Struick belum bersinar di lapangan, kontribusinya tetap layak diapresiasi. Keputusannya pulang menjadi fondasi penting yang membantu mengubah cara pandang pemain diaspora terhadap Liga Indonesia, sekaligus membuka babak baru bagi kompetisi nasional.

Artikel Tag: Rafael Struick, Timnas Indonesia, liga 1 indonesia, LIga Indonesia, dewa united

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/tak-bersinar-di-lapangan-rafael-struick-naikkan-pamor-liga-indonesia
Follow Us on Google News
152
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini