Shahar Ginanjar ungkap Pentingnya Kekuatan Fisik untuk Pemain Profesional

Penulis: Dayat Huri
Senin 08 Feb 2021, 18:00 WIB
Kiper Persija Jakarta, Shahar Ginanjar/foto dok Persija

Kiper Persija Jakarta, Shahar Ginanjar/foto dok Persija

Berita Liga 1 Indonesia: Kiper Persija Jakarta, Shahar Ginanjar menyebut bahwa kekuatan fisik jadi hal yang sangat penting bagi pesepak bola profesional. Untuk itu, ia senantiasa rutin berlatih dan ke tempat kebugaran meski kompetisi tengah terhentinya Liga 1 Indonesia.

Sepak bola sebagai salah satu olahraga yang menuntut banyak benturan kontak fisik antar pemain membutuhkan kebugaran fisik yang prima. Salah satu cara untuk memastikannya adalah dengan menjalankan sesi latihan di tempat kebugaran.

"Alasan gym itu penting dalam olahraga bagi saya, pandangan saya, dari yang saya baca tentang literatur sport science, karena sepak bola itu adalah olahraga yang ekstrem. Maksudnya banyak kontak fisiknya di dalamnya, lalu ada medan yang keras di situ (lapangan), sehingga dibutuhkan kekuatan otot untuk bisa menghadapinya," tutur Shahar seperti dilansir laman resmi klub.

Menurut pemilik nomor punggung 88 di Persija Jakarta itu, saat bermain sepak bola dibutuhkan kekuatan yang prima dalam setiap kegiatannya, baik untuk menendang bola, mengumpan, maupun melakukan penyelematan bagi seorang penjaga gawang.

"Karena walaupun kita memiliki teknik yang bagus, kalau tidak memiliki power, akan ada yang kurang, kurang maksimal tepatnya. Contohnya saat melakukan sprint, tackle bola, hingga melakukan adu body, itu semua membutuhkan kekuatan kuda-kuda saat menghadapi situasi seperti itu," tambahnya.

Shahar juga berpesan agar para pemain maupun penggemar sepak bola tidak memiliki salah persepsi terkait fungsi dan tujuan menjaga kebugaran di sesi gym. Hal ini karena banyak anggapan yang mengatakan bahwa jika kita berlatih di gym maka otomatis tujuannya untuk membesarkan badan.

"Itu semua tergantung metode apa yang kita terapkan. Jangan berpikiran kalau saya tiap hari fitness, badan saya akan seperrti Ade Rai. Karena pada dasarnya, metode yang kita pakai dengan yang dipakai binaragawan itu berbeda. Gym yang dilakukan untuk pesepak bola berbeda dengan metode gym yang dilakukan binaragawan. Dan tentu porsi yang dibutuhkan pemain bola, tidak sebanyak porsi yang dibutuhkan binaragawan," pungkasnya.

Artikel Tag: shahar, persija jakarta, Liga 1

554  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini