Selain STY, Ini Pelatih Timnas yang Enggan Andalkan Top Skor Liga Indonesia

Penulis: Abdi Ardiansyah
Kamis 22 Jan 2026, 13:19 WIB - 88 views
Shin Tae-yong dan Rafael Struick Timnas Indonesia

Shin Tae-yong dan Rafael Struick

Ligaolahraga.com -

Berita Timnas: Menjadi top skor Liga Indonesia ternyata tidak selalu menjamin tempat di Timnas Indonesia. Sejumlah pelatih justru memilih mengabaikan penyerang tersubur karena alasan taktik dan kebutuhan sistem permainan.

Dalam sejarah Timnas Indonesia, status sebagai top skor liga domestik kerap dianggap sebagai tiket otomatis menuju tim nasional. Namun kenyataannya, beberapa pelatih justru mengambil keputusan berbeda dengan mengesampingkan penyerang paling subur demi menyesuaikan kebutuhan taktik dan filosofi permainan.

Setidaknya ada tiga pelatih Timnas Indonesia yang tercatat pernah mengambil keputusan berani dengan tidak mengandalkan top skor Liga Indonesia.

Pelatih pertama adalah Ivan Kolev. Arsitek asal Bulgaria ini dua kali menangani Timnas Indonesia, yakni pada periode 2002 sampai 2004 serta 2007. Keputusan paling kontroversialnya terjadi jelang Piala AFF 2002, saat ia tidak memanggil Ilham Jaya Kesuma.

Padahal Ilham yang kala itu memperkuat Persita Tangerang sedang berada di puncak performa usai mencetak 26 gol dari 29 pertandingan Liga Indonesia 2002. Alih-alih mengandalkan sang top skor, Kolev memilih nama-nama seperti Bambang Pamungkas, Budi Sudarsono, Zaenal Arief, dan Gendut Doni yang dinilainya lebih cocok dengan skema permainan tim.

Nama berikutnya adalah Benny Dollo. Pelatih yang akrab disapa Bendol ini membuat keputusan mengejutkan jelang Piala AFF 2008 dengan mencoret Boaz Solossa. Saat itu, Boaz baru saja menjadi top skor Liga Super Indonesia 2008-2009 dengan torehan 28 gol dari 31 pertandingan.

Benny Dollo menegaskan bahwa keputusan tersebut murni berdasarkan kebutuhan tim. “Keinginan pelatih memang berbeda-beda satu sama lain. Setiap pelatih memiliki sistem yang berbeda,” ujar Benny Dollo saat itu. Faktor taktik dan keseimbangan tim menjadi pertimbangan utama, bukan semata produktivitas gol.

Pelatih ketiga adalah Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan ini sempat beberapa kali mengabaikan Ilija Spasojevic, top skor Liga 1 musim 2021-2022. Shin Tae-yong menilai gaya bermain Spasojevic tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan sistem permainan yang ia terapkan.

“Performa Spasojevic di liga memang cukup baik. Namun pergerakan yang saya inginkan berbeda, dan faktor usia juga menjadi pertimbangan,” ujar Shin Tae-yong pada Oktober 2021. Meski demikian, Spasojevic akhirnya tetap dipanggil ke Piala AFF 2022, meski hanya berperan sebagai pelapis.

Keputusan-keputusan tersebut menunjukkan bahwa di level tim nasional, produktivitas gol bukan satu-satunya tolok ukur. Kesesuaian taktik, mobilitas, dan kontribusi kolektif kerap menjadi faktor penentu utama.

Namun kini di era baru Timnas Indonesia bersama John Herdman banyak pihak menyarankan agar pelatih asal Inggris itu lebih memperhatikan liga lokal. Layak kita tunggu siapakah nama-nama yang akan dipanggil nantinya.

Artikel Tag: Timnas Indonesia, ivan kolev, Benny Dollo, Shin Tae-Yong

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/selain-sty-ini-pelatih-timnas-yang-enggan-andalkan-top-skor-liga-indonesia
88
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini