Sarri Soroti Keterbatasan Pelatih dalam Mengendalikan Pemain di Lapangan

Sarri Soroti Keterbatasan Pelatih dalam Mengendalikan Pemain di Lapangan - sumber: (footballitalia)
Berita Liga Italia kembali memanas menjelang laga krusial antara Atalanta dan Juventus yang akan berlangsung di Allianz Juventus Stadium, Turin, pada hari Minggu. Maurizio Sarri, pelatih Atalanta, menghadapi tantangan besar dengan sejumlah masalah cedera yang menimpa skuadnya. Dengan absennya Isak Hien dan Kamaldeen Sulemana, berita terbaru menyebutkan bahwa Odilon Kossounou juga terpaksa absen akibat cedera otot yang dideritanya saat latihan. Namun, ada secercah harapan dengan kembalinya Gianluca Gaetano dari skorsing, dan Franck Kessie siap tampil menghadapi klub yang sempat mengejarnya di musim panas.
Sarri menekankan pentingnya kesabaran bagi para pendukung Atalanta. Dalam konferensi persnya, ia menyebutkan bahwa meski lini pertahanan sebelumnya bermain terlalu dalam dan pasif, ada peningkatan dalam pertandingan terakhir. Kossounou yang cedera akan digantikan oleh Thomas Kristensen, meski pemain ini belum banyak berlatih dengan tim. Sarri optimis bahwa Kristensen dapat memberikan kontribusi penting berkat kualitas individunya.
Masa lalu Sarri di Juventus, di mana ia memenangkan satu-satunya gelar Scudetto dalam kariernya pada musim 2019/20, tampaknya bukan momen yang dikenang dengan baik oleh kedua belah pihak. Namun, Sarri menegaskan bahwa ia tidak menyesal, menganggap bahwa masa lalunya bersama Juventus kini sudah berlalu.
Musim ini, sudah ada dua pelatih Serie A yang kehilangan pekerjaan, dan banyak yang memprediksi akan ada lagi yang menyusul, termasuk pelatih Juventus, Luciano Spalletti. Sarri menyoroti ekspektasi yang terlalu tinggi terhadap pelatih. Menurutnya, media dan direktur klub berperan dalam menciptakan tekanan ini. Dalam pandangannya, hasil kerja keras seorang pelatih tidak selalu terlihat dalam waktu singkat, apalagi dalam satu bulan pertama.
Sarri juga merasa bahwa tanggung jawab besar ada pada para pemainnya di lapangan. Ia berharap pemain seperti Sead Kolasinac dan Giorgio Scalvini dapat lebih berkembang dalam hal karakter dan mengambil alih situasi di lapangan. Scalvini, khususnya, dianggap memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin tim di masa depan.
Di tengah perubahan budaya sepak bola Italia yang semakin menyerang, Sarri tetap menjadi sorotan. Dengan belum ada satupun hasil imbang 0-0 di Serie A musim ini, ia mengakui bahwa bermain sepak bola yang menarik meningkatkan peluang mencetak gol, meskipun risikonya juga meningkat. Tim-tim kecil kini lebih berani bermain terbuka, menunjukkan pergeseran mentalitas dalam kompetisi Serie A.
Artikel Tag: juventus, maurizio sarri, atalanta
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/sarri-soroti-keterbatasan-pelatih-dalam-mengendalikan-pemain-di-lapangan
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini