Samir Nasri: Kata Siapa Harga Antony Kemahalan?

Penulis: Demos Why
Jumat 09 Sep 2022, 06:48 WIB
Winger Manchester United, Antony.

Antony. (Foto: Robbie Jay Barratt - AMA)

Ligaolahraga.com -

Berita Sepakbola: Mantan pemain Manchester City, Samir Nasri, memberikan komentar terkait keputusan Manchester United mendatangkan Antony dengan harga 1,4 triliun rupiah. Nasri menilai harga itu tak kemahalan. Apa alasannya?

Pada musim panas tahun ini, Manchester United memutuskan untuk memperkuat lini depan mereka dengan mendatangkan Antony dari Ajax Amsterdam. Pemain asal Brasil itu didatangkan dengan mahar 100 juta euro atau setara dengan 1,4 triliun rupiah. Sebagian pihak menilai harga tersebut terlalu mahal mengingat sang pemain belum memiliki pengalaman berkarier di Liga Inggris.

Akan tetapi pendapat berbeda disampaikan oleh Samir Nasri. Menurutnya harga yang ditebus oleh MU tidak terlalu mahal karena Antony disebutnya sebagai penandatanganan yang bagus bagi Setan Merah.

"Saya melihat penampilannya di Liga Champions musim lalu dan dia adalah salah satu pemain yang saya favoritkan," ujar Nasri kepada Canal+.

"Saya sangat menyukai permainannya. Dia memiliki kualitas teknik yang bagus dan berani mengambil risiko. Saya mendengar bahwa mereka [Man United] membelinya terlalu mahal dan disebut sebagai pembelian panik. Saya tak sepakat dengan hal itu."

"Dia seorang pemain berbakat dan dia kembali bekerja dengan manajer yang sangat dikenalnya. Ketika Anda melihat bahwa Ousmane Dembele dibeli seharga € 120 juta oleh Barcelona ketika dia baru saja meledak di Rennes dan Dortmund, saya pikir itu wajar. Ini hanya masalah harga pemain pada saat ini. Ini kenyataannya," tutup Nasri.

Artikel Tag: Antony, Manchester United, Samir Nasri

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/samir-nasri-kata-siapa-harga-antony-kemahalan
1045  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini