Roberto Rosetti Soroti VAR yang Terlalu Sering Mengintervensi

Roberto Rosetti ingin VAR kembali digunakan untuk kesalahan yang jelas. (Foto: Jonathan Moscrop/Getty Images)
Berita Sepak Bola: Roberto Rosetti, kepala wasit UEFA, mengkritik penggunaan VAR yang dinilai terlalu sering masuk ke situasi kecil dalam pertandingan. Ia menyampaikan pandangan tersebut setelah bertemu dengan pimpinan wasit dari sejumlah liga top Eropa untuk mencari pendekatan yang lebih seragam dalam penggunaan teknologi tersebut.
Rosetti berbicara ketika UEFA memperkenalkan Clear Line, portal baru yang ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada penggemar mengenai situasi ketika VAR seharusnya melakukan intervensi dan kapan teknologi tersebut sebaiknya tidak digunakan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya UEFA memperjelas penerapan VAR di berbagai kompetisi.
"Kami menyadari bahwa saat ini tidak ada yang benar-benar puas dengan bagaimana VAR memengaruhi sepak bola," ujar Rosetti dilansir dari BBC. "Kami ingin menghindari situasi mikroskopis. Konteks sangat penting. Ini sepak bola, bukan PlayStation. Kami harus sangat berhati-hati."
Roberto Rosetti menegaskan bahwa wasit tetap harus menjadi pusat pengambilan keputusan di lapangan. Menurutnya, VAR seharusnya membantu ketika terjadi kesalahan yang jelas, bukan mengambil alih proses pengadilan pertandingan dalam setiap insiden kecil.
Para pimpinan wasit dari Inggris, Spanyol, Jerman, Prancis dan Italia sebelumnya telah bertemu dengan Rosetti serta David Elleray, direktur teknis IFAB. Pertemuan tersebut bertujuan menemukan pendekatan yang lebih konsisten, meski Rosetti mengakui perbedaan interpretasi antarnegara membuat upaya tersebut tidak mudah.
Handball menjadi salah satu contoh terbesar. Musim lalu, Premier League memiliki interpretasi paling longgar dengan satu penalti handball setiap 17,27 pertandingan. Bundesliga mencatat satu setiap 10,93 pertandingan, La Liga 10,56, Serie A 10,00 dan Ligue 1 9,27.
Di Liga Champions, frekuensinya bahkan mencapai satu penalti handball setiap tujuh pertandingan. Perbedaan tersebut menunjukkan betapa sulitnya mencapai standar interpretasi yang benar-benar seragam di seluruh kompetisi Eropa.
UEFA kini menyediakan banyak contoh video mengenai insiden handball melalui Clear Line. Rosetti berharap materi tersebut membantu memperjelas kapan sebuah sentuhan tangan dianggap sebagai pelanggaran sekaligus mendorong penerapan hukum permainan yang lebih konsisten.
"Gagasan utamanya adalah membuat penerapan hukum permainan menjadi lebih konsisten," kata Rosetti. Ia mengakui persepsi terhadap handball di Inggris berbeda dengan negara lain, tetapi menegaskan bahwa UEFA bersama berbagai pihak terus berupaya memperkecil perbedaan tersebut.
Perbedaan penggunaan VAR juga terlihat dalam jumlah intervensi. Pada musim 2025/26, Premier League mencatat rata-rata hanya 0,29 intervensi VAR per pertandingan, terendah di antara kompetisi besar Eropa. Liga Champions berada di angka 0,47 intervensi per pertandingan.
Rosetti menilai jumlah tinjauan yang terlalu banyak dapat memengaruhi perilaku pemain. Ia khawatir pemain mulai mencoba mencari atau memancing keputusan VAR, sehingga teknologi yang seharusnya membantu pertandingan justru mengubah cara pertandingan dimainkan.
"Kami ingin kembali ke asal mula VAR," ujar Rosetti. Ia kemudian merujuk pada gol tangan Diego Maradona saat Argentina menghadapi Inggris di Piala Dunia 1986 sebagai contoh kesalahan besar yang memang seharusnya dapat dibantu teknologi.
"Kami tidak lagi senang dengan penggunaan VAR seperti ini. Kami ingin sedikit kembali dan menempatkan wasit kembali sebagai pusat," tegas Roberto Rosetti.
Artikel Tag: var, roberto rosetti
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/roberto-rosetti-soroti-var-yang-terlalu-sering-mengintervensi

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini