Robert Ogah Dramatisir Keadaan Meski Akui Mental Timnya Down

Penulis: M. Aldi
Senin 19 Okt 2020, 00:00 WIB
Pelatih Persib, Robert Rene Alberts

Robert Rene Alberts (foto : Persib Official)

Berita Liga 1 Indonesia : Sudah lebih dari setengah tahun para pemain Persib tidak bertanding di level resmi. Skuat asuhan Robert Rene Alberts itu terakhir memainkan partai kompetitif melawan PSS Sleman di pekan ketiga Liga 1 2020.

Setelah itu kompetisi dihentikan karena wabah covid-19 di Indonesia terus mengganas. Hingga saat ini semakin banyak orang yang terinfeksi dan Liga 1 2020 pun belum juga naik pentas kembali dan tidak jelas sampai kapan ditangguhkan.

Diakui oleh Robert, situasi ini tentu mempengaruhi mental dari anak asuhnya. Karena rutinitas yang dilakukan setiap hari pada tahun-tahun sebelumnya kali ini harus berubah. Dirinya tidak menampik orang-orang yang berada di industri sepakbola terutama pemain merasakan perbedaan.

"Berdampak atau tidak, saya tidak terlalu mengetahui itu. Karena ini situasi yang unik dan juga belum pernah terjadi sebelumnya," terang pelatih berkebangsaan Belanda tersebut ketika diwawancara oleh awak media.

"Tentunya saya tidak mau mendramatisir ini tapi kami juga sebelumnya mempunyai keseharian sebagai pesepakbola. Jadi situasi yang ada sangat sulit untuk saat ini," kata mantan pelatih Arema dan PSM Makassar itu menambahkan.

Kebiasaan dari anggota tim biasanya adalah berlatih untuk mempersiapkan diri menatap pertandingan. Bagaimana setiap pemain mencapai peak performance di setiap laga agar bisa membantu tim meraih kemenangan demi mengejar prestasi.

Namun kini situasinya berubah, pemain berlatih tanpa ada target yang dituju. Karena kompetisi belum ada kejelasan bisa bergulir lagi. Sempat ada secercah harapan dan itu memacu semangat pemain, namun Liga 1 2020 batal digelar kembali dan keputusan itu malah membuat mental down.

"Pemain bekerja dengan bergerak maupun bersiap, bagaimana bisa mengeluarkan kemampuan terbaik setiap saat dan ketika sudah siap untuk bertanding tapi dibatalkan, lalu bersiap lagi dan batal lagi, itu sangat berat bagi siapapun untuk bangkit kembali," jelas Robert.

Pelatih asal Belanda ini tidak menampik bahwa psikologis anak asuhnya ada di titik nadir. Namun sebisa mungkin dia dan anak asuhnya akan menjaga kobaran api semangat tetap menyala. Guna menghargai upaya yang dilakukan oleh pihak manajemen untuk tetap memenuhi hak mereka sesuai kontrak.

"Tapi kami mencoba sebaik mungkin untuk menjaga motivasi, karena kami juga tahu, bahwa manajemen Persib juga sudah sebisa mungkin mendukung tim dan memastikan pemain tetap sehat, selamat dan juga termotivasi hingga kami mendapat kejelasan kapan liga akan dimulai," tukasnya.

Artikel Tag: robert rene alberts, Persib, Liga 1 2020

693  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini