PSSI Berharap Penonton Tertib dan Penuhi SUGBK

Penulis: Hendy
Minggu 31 Mar 2013, 15:35 WIB
PSSI Berharap Penonton Tertib dan Penuhi SUGBK

PSSI Berharap Penonton Tertib dan Penuhi SUGBK

Apa jadi bila sepak bola tanpa disaksikan dan didukung oleh suporternya. Apalagi tim sepak bola tersebut adalah Tim Nasional suatu negara. Tentu ada nilai nasionalisme dalam mendukung Timnas yang mebawa nama harum negara kebanggaan.

 

Dukungan suporter dengan masyarakatnya akan membuat para pemain yang membelas Timnas, akan memiliki semangat berlipat ganda, demi nama baik negara tersebut.  Namun tidak baik juga jikaeuforia yang tercipta dari suporter itu berlebihan. Akibatnya adalah sanksi yang diterima oleh pihak tim atau pun asosiasi yang menaungi klub atau Timnas suatu negara. Hal tersebut yang kini dirasakan oleh Tim Nasional Indonesia u-23 kala bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

 

Penggunaan flare, petasan, baik bahan yang memicu ledakan atau hanya menyala dengan api berbagai macam warna tentu sangat berbahaya. Hal tersebut dapat menimbulkan bahaya dan rasa tidak nyaman bagi para suporter dan penonton ketika mendukung langsung Timnas di SUGBK.

 

“Penggunaan flare, kembang api atau mercon sekalipun selain bisa membuat tim yang berlaga didenda, bukan tak mungkin akan dijatuhi hukuman tanpa penonton. Kalau itu yang terjadi mau bagaimana? Jadi saya harapkan kepada penonton yang datang ke stadion tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan Timnas,” kata H Azwan Karim, Ketua Panpel Kualifikasi AFC Cup U-23 Grup H.

 

Azwan karim berharap, agar jangan sampai Timnas menerima sanksi atau denda yang diakibatkan oleh ulah suporternya. Adanya sanksi dan denda bagi Timnas U-23 nanti akan menjadi kerugian bersama, baik Timnas sendiri, suporter, dan masyarakat Indonesia.

 

“Aturan AFC ini lebih ketat. Kami harapkan dukungan yang positif, bukan dukungan yang malah membuat Tim jadi rugi. Sayang kan kalau perjuangan pemain di lapangan jadi sia-sia karena masalah yang seharusnya bisa dicegah,” urai Azwan dalam lama Liga Indonesia.

Panitia pelaksana selaku pihak penyelenggara pertandingan kualifikasi Piala Asia u-23 Grup H juga sudah menghimbau dan mengkampanyekan larangan tersebut di SUGBK.

“Mungkin karena kami menyampaikan penjelasan apa saja usaha yang sudah kami lakukan saat laga digelar. Seperti kampanye no flare, no fire, no banned, serta saat kejadian langsung mengantisipasi agar penonton segera mematikan flare itu. Semuanya konkret dilakukan,” bebernya.

 

Jadi mari ramaikan SUGBK, dengan santun dan dapat membakar semangat punggawa Timnas U-23. Masih ada laga sisa Garuda Muda yang wajib dilihat dan didukung,  mengingat Timnas U-23 telah berhasil membantai Timor Leste (27/03) lima gol tanpa balas, serta menjungkalkan Brunei Darussalam dengan skor 2-0 (29/3). Selanjutnya, skuad Aji Santoso akan menghadapi tim kuat Korea Selatan (31/3) pada laga pamungkas, yang menjadi penentuan langkah Timnas. Saat ini Evan Dimas berada di posisi kedua Grup H dibawah Korea Selatan, dengan poin sama, namun kalah dalam jumlah gol. 

1525  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini