Profil Saddil Ramdani: Tumbuh di Sulawesi, Mekar di Lamongan

Saddil Ramdani saat memperkuat Persela Lamongan/foto goal
Berita Liga 1 Indonesia: Nama Saddil Ramdani mungkin tak sepopuler Egy Maulana Vikri yang selalu menjadi buah bibir dan pembicaraan para pecinta sepak bola. Meski demikian, bicara kontribusi terhadap Timnas Indonesia, Saddil bisa dikatakan lebih unggul dibandingkan kopatriotnya di Timnas U-19 tersebut.
Sama-sama menghuni skuat Timnas Indonesia U-19, Saddil patut berbangga karena dirinya lebih mendapat kepercayaan dari Luis Milla untuk mengisi skuat Timnas Indonesia U-23 yang dipersiapkan untuk Asian Games ketimbangka Egy Maulana yang tetap saja kesulitan menembus skuat asuhan Luis Milla.
Bicara Saddil sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari peran besar akademi sepak bola Aji Santoso Footbal Academy (ASIFA) di Malang.Saddil sendiri sebelum terkenal di sepak bola, besar di Muna Sulawesi Tenggara dan tidak pernah mengenyam pendidikan sekolah sepak bola. Sadil Ramdani tumbuh secara alami dengan bakat dan talenta yang menonjol sejak dari kecil.
Baru kemudian Sadil Ramdani mendapat pendidikan sepakbola setelah ia dibawa oleh seorang pemandu bakat untuk masuk di ASIFA di Malang. Di ASIFA, Sadil Ramdani mendapatkan asupan materi sepakbola modern yang tentu saja akan membuat kemampuan Sadil Ramdani semakin berkembang dan semakin terasah.
Kemampuan luar biasa yang ia miliki inilah yang kemudian membuat pelatih timnas U-19 Eduard Tjong kepincut dan mengambilnya untuk memperkuad timnas U-19 dua tahun silam. Hingga kini ia sudah termasuk bagian timnas U-23 asuhan Luis Milla pada ajang Sea Games 2017 lalu ia juga kerap ditampilkan Milla.
Tidak hanya bersama Timnas Indonesia, peran Saddil di sisi sayap Persela Lamongan juga tidak tergantikan. Di usianya yang baru menginjak 19 tahun, Saddil membuktikan diri sebagai salah satu pilar andalan Persela Lamongan di bawah asuhan Aji Santoso. Keberhasilan Laskar Joko Tingkir menempati peringkat enam klasemen sementara juga tidak lepas dari peran Saddil yang cukup apik di setiap laganya.
Besarnya peran Aji Santoso dalam perjalanan karirnya sebagai pesepakbola juga tidak dipungkiri Saddil, baginya Aji adalah bukan sekadar pelatih. “Coach Aji panutan saya. Beliau tidak hanya pelatih, tapi guru sekaligus orang tua saya. Beliau banyak berjasa atas karier saya sekarang, baik di Persela maupun Timnas," katanya beberapa waktu lalu.
Ia mengakui, perlakukan baik Aji dan keluarganya terhadap semua pemain ASIFA termasuk dirinya adalah faktor terbesar yang membuatnya tak pernah mau menerima tawaran sebaik apa pun dari klub lain. "Ini soal hati, bukan sekadar uang dan fasilitas mewah. Coach Aji membuat saya tenang dan nyaman. Selama beliau membutuhkan tenaga saya, saya tidak akan pernah meninggalkan beliau," ucap Saddil.
Artikel Tag: persela lamongan, timnas indonesia, aji santoso, liga 1, saddil ramdani
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/profil-saddil-ramdani-tumbuh-di-sulawesi-mekar-di-lamongan

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini