Morgan Rogers Kerap Jadi Target Lawan, Emery Angkat Bicara

Bintang Aston Villa, Morgan Rogers. (Foto: Visionhaus/Getty Images)
Berita Liga Inggris: Unai Emery meyakini Morgan Rogers semakin sering menjadi sasaran penjagaan ketat dan kontak keras dari pemain lawan. Manajer Aston Villa itu juga menegaskan bahwa Premier League kini mengalami perubahan signifikan, dengan intensitas duel meningkat dan jumlah pelanggaran yang cenderung berkurang.
Morgan Rogers, yang akan mencatatkan penampilan ke-100 bersama Aston Villa saat menghadapi Everton pada Ahad (18/1/2026) malam WIB, diprediksi kembali mendapat perlakuan fisik dari lawan. Situasi tersebut sudah menjadi pola sepanjang musim ini, seiring peran penting sang pemain di lini serang Villa.
Secara statistik, Rogers telah dilanggar sebanyak 27 kali musim ini, menempatkannya di urutan ke-20 pemain Premier League yang paling sering dijatuhkan. Di internal Aston Villa, hanya John McGinn dengan 36 pelanggaran dan Boubacar Kamara dengan 30 pelanggaran yang lebih sering dilanggar.
Menariknya, Aston Villa justru menjadi tim yang paling sering dilanggar di Premier League musim ini, dengan total 288 pelanggaran. Jumlah tersebut terpaut jauh dari Chelsea di posisi kedua dengan selisih 41 pelanggaran. Bahkan, jarak antara Villa dan Chelsea lebih besar dibandingkan selisih antara tim yang paling sedikit dilanggar, Burnley, dengan Everton yang berada di lima besar tim paling sering dilanggar.
Isu perlindungan pemain Villa juga mencuat setelah Panel Key Match Incidents (KMI) Premier League memutuskan bahwa dua pemain lawan seharusnya mendapat kartu merah dalam laga melawan Villa pada paruh pertama musim. Andre dinilai layak menerima kartu kuning kedua di Villa Park pada akhir November, sementara Mikel Merino juga dianggap pantas diusir keluar lapangan dalam laga melawan Arsenal sebulan kemudian.
Dalam pertandingan melawan Arsenal tersebut, Merino melanggar Morgan Rogers di babak kedua meski sudah mengantongi kartu kuning. Namun, gelandang Spanyol itu tetap dibiarkan bermain. Saat insiden terjadi, Arsenal unggul 2-0, meski keunggulan serupa pernah gagal mereka pertahankan pada musim sebelumnya di Emirates Stadium.
Menjelang duel kontra Everton, Unai Emery ditanya apakah ia melihat Rogers memang sengaja dijadikan target lawan. Ia menegaskan fenomena tersebut bukan hal baru. “Ini bukan baru sekarang, tapi sepanjang musim,” kata Emery. “Para striker, winger, dan pemain di sepertiga akhir lapangan mendapat lebih banyak kontak dari pemain bertahan. Kontaknya kadang keras dan kuat, terutama untuk pemain menyerang.”
Unai Emery menilai Rogers memiliki karakter petarung yang membuatnya kerap terlibat duel fisik. “Morgan Rogers adalah seorang pejuang dan dia suka bertarung dengan para bek,” ujarnya.
Namun, Emery menekankan bahwa Villa harus cepat beradaptasi dengan perubahan gaya permainan di Premier League. “Kami harus cepat beradaptasi dan memperbarui cara kami menghadapi perubahan sepak bola. Sekarang lebih banyak kontak dan lebih sedikit pelanggaran,” tegasnya.
“Kami bermain melawan Arsenal dua pekan lalu, banyak duel dan kontaknya sangat, sangat kuat. Kami harus bekerja keras di gym dan menyesuaikan semuanya, melihat bagaimana Premier League berkembang.”
Menurut Emery, perubahan ini juga berdampak pada keputusan wasit. “Sepak bola berubah dan kami harus beradaptasi. Kadang perbedaannya sangat tipis antara kartu kuning dan kartu merah. Itu bukan hanya di pertandingan kami, tapi juga di laga lain,” jelasnya.
Saat ditanya apakah Rogers membutuhkan perlindungan lebih dari wasit, Emery memilih bersikap realistis. “Kami harus percaya pada cara wasit dan sepak bola mengelola pertandingan. Itu bukan di tangan kami, kami harus beradaptasi dan bekerja,” katanya. “Saya tidak bisa terus mengeluh soal bagaimana kontak diatur untuk kiper dan pemain. Saya harus beradaptasi.”
Meski demikian, Emery mengakui ada momen-momen tertentu yang menurutnya jelas. “Dengan Morgan, dia pemain yang sangat penting bagi kami dan kadang mereka mencoba menendangnya atau menghentikannya, dengan situasi yang seharusnya kuning atau merah,” ujar Emery. “Dua pekan lalu melawan Arsenal, misalnya, insiden antara Merino dan Morgan jelas kartu kuning kedua.”
Unai Emery menutup dengan menegaskan fokusnya kini adalah menyesuaikan diri dengan realitas Premier League yang semakin keras. “Saya tidak mengeluh. Saya hanya memperbarui apa yang terjadi di pertandingan yang kami jalani, dan kami harus cepat beradaptasi dengan perubahan sepak bola.”
Artikel Tag: Morgan Rogers, Unai Emery, Aston Villa
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/morgan-rogers-kerap-jadi-target-lawan-emery-angkat-bicara










Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini