Mogok Kerja Ganggu Piala Dunia

Penulis: ifan Adhi
Senin 19 Jan 2015, 17:55 WIB
Mogok Kerja Ganggu Piala Dunia

Mogok Kerja Ganggu Piala Dunia

Ligaolahraga.com -

Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma mendesak para operator taksi dan buruh menghentikan aksi mogok agar tidak mengacaukan Piala Dunia 2010.

Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma mendesak para operator taksi dan buruh yang menggelar aksi mogok kerja dalam beberapa hari terakhir, untuk menghentikan aksi mereka agar tidak mengacaukan Piala Dunia 2010.


Dalam sebuah wawancara dengan jaringan televisi nasional SABC, Zuma mengatakan, dalam budaya Afrika tidak pantas untuk berkelahi saat ada tamu yang bertandang.


"Ini budaya kita, kita selalu menghargai tamu dan ketika tamu pulang kita bisa mengatakan ‘mari kita selesaikan urusan kita'," kata Zuma.


Aksi mogok para pekerja pada perusahaan transportasi milik negara, Transnet, akan memasuki hari keempat pada Kamis. Dalam aksi yang melumpuhkan pelabuhan dan perjalanan kereta api tersebut, para pekerja menuntut kenaikan gaji. Sementara operator taksi menuntut agar sistem transportasi bus yang baru diluncurkan sebelum digelarnya Piala Dunia dihapuskan.


Masalah tersebut, ditambah dengan aksi-aksi protes yang seringkali berakhir dengan kekerasan terkait rendahnya tingkat kesejahteraan warga, memicu kekhawatiran bahwa event tersebut akan terganggu dan membuat malu Afrika Selatan sebagai negara Afrika pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia.


Zuma mengatakan, Piala Dunia digelar pada saat yang bersamaan dengan evaluasi tahunan untuk menegosiasikan kembali upah pekerja. "Ini adalah kesempatan, Piala Dunia belum pernah datang ke Afrika, ini yang pertama. Benua ini menunggu untuk menghormati mereka, untuk menerima tamu yang datang," ujarnya.


Sekitar 250.000 penggila sepak bola diperkirakan datang ke Afrika Selatan selama berlangsungnya Piala Dunia. Sebanyak 100.000 orang lainnya akan datang dari negara Afrika lain.


Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/mogok-kerja-ganggu-piala-dunia
282  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini