Minta Liga 1 Dihentikan, PSIS Usulkan Turnamen Pengganti

Penulis: Dayat Huri
Kamis 28 Mei 2020, 21:15 WIB
Minta Liga 1 Dihentikan, PSIS Usulkan Turnamen Pengganti

GM PSIS Semarang, Wahyoe Liluk Winarto/foto dok psis

Berita Liga 1 Indonesia: Manajemen PSIS Semarang meminta PSSI bersama PT. Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menghentikan Liga 1 Indonesia 2020. Sebagai gantinya, Laskar Mahesa Jenar mengusulkan untuk menggelar turnamen pengganti dengan format home tournament.

General Manager PSIS Semarang, Wahyoe Liluk Winarto mengatakan, bahwa kompetisi lebih baik dihentikan dengan mempertimbangkan beberapa faktor dan diganti dengan home tournament jika situasinya nanti memungkinkan.

Faktor seperti kesehatan stakeholder sepak bola, sarana transportasi, dan kondisi di kota dan kabupaten yang berbeda-beda menjadi alasan manajemen PSIS Semarang mengusulkan kompetisi Liga 1 2020.

"PSIS mengusulkan bahwa Liga 1 2020 sebaiknya dihentikan saja. Banyak faktor yang mendasari. Pertama soal kesehatan pemain, siapa yang mau menjamin soal kesehatan pemain dan pelatih. Apabila nanti dipaksa lanjut tapi di tengah jalan ada komponen tim yang kena Covid-19, itu kan jadi PR lagi, nanti jadi masalah lagi di tengah jalan," tutur Liluk, seperti dilansir laman resmi PSIS Semarang.

"Sekarang ini saja kasus Covid di Indonesia mencapai angka lebih dari 20.000. Siapa yang bisa menjamin angka ini bisa turun dengan cepat," tambahnya.

Tak hanya pertimbangan kesehatan, Liluk juga menilai belum pulihnya sarana tranportasi juga akan menjadi kendala apabila kompetisi Liga 1 2020 dipaksakan untuk kembali dilanjutkan.

"Terus kedua, sekarang hampir seluruh penerbangan dibatasi. Padahal Indonesia ini besar dan klub-klub tersebar dari Aceh hingga Jayapura. Kalau klub-klub sulit dapat penerbangan nanti gimana?," ungkap Liluk.

Liluk juga lantas menceritakan bahwa kondisi di setiap kabupaten dan kota berbeda-beda sehingga manajemen PSIS tidak yakin kompetisi akan berjalan dengan lancar jika dipaksakan kembali lanjut.

"Sebagai contoh di Semarang. Banyak jalan-jalan yang masih ditutup, pedagang kaki lima belum boleh berjualan. Apa iya kita memaksakan menggelar kompetisi di tengah situasi seperti itu," bebernya.

Untuk mengganti Liga 1 2020, manajemen PSIS juga mengusulkan adanya kompetisi dengan format home tournament supaya mampu menggerakan roda perekonomian.

"PSIS memang minta Liga 1 2020 diberhentikan. Tapi kami usul adanya kompetisi dengan format home tournament supaya mampu menggerakan roda perekonomian dan memberikan kesejahteraan untuk pemain, pelatih, dan stakeholder sepak bola lainnya karena banyak pihak yang menggantungkan hidup di sepak bola," pungkas Liluk.

Artikel Tag: Liga 1, PSIS Semarang, Wahyoe Liluk Winarto

432  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini