Mengenang Momen Ikonik Legenda Lazio Yang Berkiprah di Piala Dunia

Miroslav Klose
Ragam Liga Italia: Lazio jarang tidak memiliki perwakilan pemain yang turut berpartisipasi di Piala Dunia, kali teakhir mereka tidak mengirimkan satu pemain pun terjadi 40 tahun lalu di 1986. Sejak saat itu pemain The Aquile telah menikmati sejumlah performa dan momen ikonik termasuk sejumlah pemain ini, siapa sajakah mereka?
Perhelatan Piala Dunia 2026 yang akan dilangsungkan di tiga negara, Kanada, Meksiko dan Amerika Serikat akan segera bergulir musim panas ini, Lazio hampir selalu mengirimkan perwakilan pemain untuk membela negara masing-masing di turnamen sepak bola akbar tersebut. Berikut tiga momen luar biasa dari para pemain mereka dalam edisi terkini turnamen tersebut seperti dirangkum The Laziali.
Massimo Oddo & Angelo Peruzzi – Italia, 2006
Kali terakhir Italia menjuarai Piala Dunia adalah di 2006 lalu dengan mengalahkan Perancis melalui adu penalti dan mengangkat trofi di Berlin. Saat itu kiper legendaris Gianluigi Buffon merupakan pilihan pertama mereka di posisi kiper. Pemain cadangannya dua-duanya merupakan pemain Lazio.
Massimo Oddo merupakan kapten The Aquile saat turnamen tersebut berlangsung dan diberikan menit bermain di perempat final saat negaranya menang 3-0 atas Ukraina, sementara kiper ketiga adalah cadangan Oddo di klub, Angelo Peruzzi. Usianya saat itu 36 tahun dan ia memberikan pengalaman meski ia merupakan starter reguler sebelum kebangkitan Buffon.
Meskipun hanya berperan kecil dalam turnamen tersebut, Oddo membantu menciptakan salah satu selebrasi kemenangan paling ikonik dalam sejarah Piala Dunia. Kiper Lazio ini juga seorang tukang cukur terlatih, dan menandai kemenangan Italia dengan ahli memotong kuncir rambut khas rekan setimnya, Mauro Camoranesi.
Miroslav Klose – Jerman, 2014
Miroslav Klose bergabung dengan Biancocelesti dari Bayern Munich di 2011, striker Jerman tersebut sudah berusia 33 tahun dan dianggap sudah melewati masa terbaiknya. Namun mereka salah karena Klose menghabiskan lima tahun ikonik di Formello.
Karier internasional Klose hampir berakhir di Piala Dunia 2014, dan legenda Jerman itu memastikan ia mengakhiri kariernya dengan gemilang. Ia mencetak gol dalam kemenangan Jerman yang terkenal dengan skor 7-1 atas tuan rumah Brasil, mengukuhkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk tim nasionalnya (71 gol). Gol tersebut juga menjadikannya pencetak gol terbanyak Piala Dunia (16 gol) – satu gol lebih banyak dari legenda Brasil, Ronaldo Nazario.
Jerman kemudian memenangkan turnamen dengan kemenangan 1-0 atas Argentina, dengan Klose memulai pertandingan dan memimpin serangan. Pemain Jerman itu memutuskan untuk pensiun dari sepak bola internasional setelah mengangkat trofi, dengan mengatakan bahwa ia telah mencapai tujuannya di tim nasional.
Marcelo Salas – Chili, 1998
Striker asal Chile, Marcelo Salas menjadi pemain Biancocelesti berkat performa impresifnya di Perancis 1998. Di dunia tanpa sorotan YouTube dan media sosial, Piala Dunia sering digunakan sebagai panggung bagi pemain Amerika Selatan untuk mengenalkan diri mereka ke klub-klub papan atas Eropa dan tidak ada yang lebih baik dibandingkan Salas.
Setelah turnamen yang gemilang di mana ia mencetak empat gol dalam empat pertandingan, Lazio membayar 12 juta poundsterling untuk membawa Salas ke Italia dari River Plate. Pemain asal Chili ini menikmati masa tiga tahun yang produktif bersama Biancocelesti, mencetak 48 gol dalam 117 pertandingan dan mengangkat trofi Scudetto sebagai bagian dari skuad pemenang Serie A pada musim 1999/2000.
Salas akhirnya dijual ke Juventus dengan keuntungan besar pada tahun 2001 setelah kedatangan Hernán Crespo dan Claudio López pada musim panas sebelumnya. Sayangnya, ia mengalami cedera lutut serius tak lama setelah kepindahannya, dan tidak pernah mampu mendapatkan kembali kecepatan dan keganasan yang membuatnya dijuluki "El Matador".
Artikel Tag: lazio, piala dunia
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/mengenang-momen-ikonik-legenda-lazio-yang-berkiprah-di-piala-dunia

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini